Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menyoroti maraknya isu-isu negatif yang terus digulirkan oleh oknum tidak bertanggung jawab terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pola serangan yang dilakukan sangat terstruktur, mulai dari persoalan pengadaan sarana prasarana hingga isu terkait menu makanan yang belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial.
Ramses menilai bahwa upaya untuk menjatuhkan citra program ini tidak henti-hentinya dilakukan. Sebelumnya, publik dihebohkan dengan isu terkait pengadaan motor, laptop, dan peralatan dapur yang dianggap bermasalah. Namun, setelah isu tersebut mulai mereda dan terbantahkan, kini muncul lagi isu baru yang menyasar soal kualitas dan variasi menu yang disajikan kepada peserta didik.
“Kita melihat ada pola yang berulang. Setelah isu pengadaan motor, laptop, dan alat dapur, kini muncul lagi isu terkait menu yang diviralkan seolah-olah seluruh program ini gagal dan tidak berjalan sesuai harapan. Padahal, faktanya tidak seperti yang digambarkan oleh pihak-pihak tersebut,” ujar Ramses dalam keterangannya, Kamis (16/4).
Menanggapi kebenaran dari isu yang sedang viral tersebut, Ramses merujuk pada data dan klarifikasi resmi yang disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut penjelasan BGN, dari total sekitar 25 ribu dapur Satuan Pelayanan Gizi Pemerintah (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia, hanya terdapat sejumlah kecil yang ditemukan memiliki ketidaksesuaian.
Dari data tersebut, hanya tercatat sebanyak 62 dapur yang menunya dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh BGN. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan total keseluruhan dapur yang beroperasi, atau kurang dari 0,3 persen dari total unit yang ada.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa terhadap 62 dapur yang melanggar tersebut, pihak BGN tidak tinggal diam. Langkah tegas telah diambil dengan langsung memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah memiliki kontrol yang ketat dan berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas program MBG agar tetap sesuai standar.
Ramses Sitorus pun meminta kepada pihak-pihak yang mungkin tidak menyukai kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait MBG untuk segera menghentikan aksi pemberitaan negatif tersebut. Ia menegaskan bahwa menyebarkan berita yang tidak akurat atau dilebih-lebihkan justru akan menghambat jalannya program yang sangat mulia ini.
“Mohon jangan menyebarkan berita yang dapat menghambat jalannya program yang bertujuan murni untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Program ini dibuat untuk masa depan generasi bangsa, bukan untuk kepentingan politik sesaat. Mari kita dukung hal-hal positif demi kesehatan anak cucu kita,” pungkas Ramses.