Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyampaikan pandangan mendalam mengenai makna luas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini tidak sekadar upaya memenuhi kebutuhan gizi fisik anak-anak dan kelompok rentan, melainkan sebuah wadah besar yang menumbuhkan harapan, semangat, dan masa depan, yang tumbuh subur mulai dari ruang-ruang kelas hingga ke dalam setiap keluarga di seluruh Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Ramses sebagai kelanjutan dari serangkaian tanggapan dan dukungannya terhadap arah kebijakan pemerintah yang digariskan Presiden Prabowo Subianto, termasuk komitmen menjaga keuangan negara dan memperkuat tata kelola pelaksanaan program.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada awak media, Ramses menegaskan bahwa selama ini banyak orang memandang MBG hanya sebagai penyediaan makanan sehat dan bergizi. Padahal, di balik sepiring makanan yang disajikan, tersimpan tujuan jauh lebih besar.
“MBG bukan hanya soal kalori, protein, atau gizi yang masuk ke dalam tubuh. Ini adalah tentang harapan. Harapan yang tumbuh di mata anak-anak saat mereka bisa belajar dengan perut kenyang dan pikiran yang jernih di ruang-ruang kelas kita. Harapan yang dirasakan orang tua di rumah, karena mereka tahu anaknya mendapatkan asupan terbaik yang menjadi bekal masa depan,” ujar Ramses dengan penuh keyakinan, Sabtu (6/6).
Ia menjelaskan bahwa ketika seorang siswa mendapatkan makanan bergizi secara teratur, dampaknya tidak berhenti pada kesehatan fisik saja. Kondisi gizi yang baik akan meningkatkan daya konsentrasi, semangat belajar, dan kemampuan berpikir. Ruang kelas yang dulunya mungkin sepi atau penuh anak yang mengantuk karena lapar, kini berubah menjadi ruang tempat potensi anak bangsa berkembang.
Di sinilah letak nilai strategis MBG: membangun sumber daya manusia yang cerdas, sehat, dan tangguh sejak dini, yang merupakan modal utama kemajuan Indonesia ke depan.
“Setiap ruang kelas yang anak-anak terima makanan bergizi di dalamnya, adalah ruang di mana harapan bangsa sedang dipupuk dan ditumbuhkan,” tambahnya.
Lebih dari itu, Ramses juga menyoroti dampak mendalam program ini bagi tatanan keluarga. Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, biaya pemenuhan gizi anak sering kali menjadi beban berat. Dengan adanya MBG, beban tersebut berkurang secara signifikan.
Hal ini memberi ruang bagi orang tua untuk mengalokasikan sumber daya dan perhatian mereka ke kebutuhan lain, serta menumbuhkan rasa percaya dan keberharapan bahwa negara hadir dan peduli pada nasib anak-anak mereka.
“Di meja makan keluarga, ada kebahagiaan baru. Ada keyakinan bahwa anak-anak mereka akan tumbuh lebih sehat, lebih pintar, dan memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih cita-cita. Itulah harapan yang tumbuh di tengah keluarga Indonesia,” tegasnya.
Pandangan ini sejalan dengan apresiasi yang sebelumnya disampaikan Ramses terhadap ketegasan Presiden Prabowo yang berpesan keras: “Jangan sekali-kali mencuri uang rakyat.”
Baginya, pesan tersebut menjadi jaminan agar harapan yang besar ini tidak berubah menjadi kekecewaan. Penguatan tata kelola, efisiensi anggaran, penajaman sasaran, dan pengawasan ketat yang didukung penuh oleh Antartika, adalah cara memastikan bahwa harapan yang ditanamkan di ruang kelas dan keluarga itu tumbuh kuat dan berbuah nyata.
“Kita menjaga anggaran ini, kita perbaiki pelaksanaannya, kita awasi setiap langkahnya, bukan hanya karena ini uang negara, tapi karena di dalamnya tersimpan harapan jutaan anak dan keluarga. Jangan sampai ada tindakan yang merusak harapan itu,” kata Ramses.
Ia juga kembali menyinggung langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara pembangunan dapur baru untuk evaluasi menyeluruh, termasuk meninjau ulang titik lokasi yang sudah bertanda centang biru.
Ramses menilai langkah itu sebagai bentuk tanggung jawab besar, agar setiap fasilitas yang dibangun benar-benar mampu menyalurkan harapan tersebut ke tempat yang tepat.
“Kita tidak ingin membangun dapur hanya untuk mencatat angka pembangunan, tapi kita ingin membangun sarana yang memastikan makanan bergizi dan harapan itu sampai ke tangan yang berhak. Evaluasi itu penting, agar harapan yang kita bangun kokoh dan tidak runtuh di tengah jalan,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Ramses menegaskan kembali komitmen Antartika untuk terus mengawal MBG sebagai program yang bernilai kemanusiaan dan masa depan bangsa. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat—mulai dari pengelola pusat, pelaksana daerah, hingga masyarakat luas—memahami makna mendalam ini.
“Mari kita sama-sama bekerja. Ingatlah selalu, apa yang kita lakukan untuk MBG, kita lakukan demi anak-anak di ruang kelas, demi keluarga di seluruh pelosok negeri, dan demi harapan besar Indonesia yang lebih maju, sehat, dan sejahtera,” pungkas Ramses Sitorus.