Jakarta, Antartika Media Indonesia – Danantara Indonesia secara resmi menegaskan komitmen strategisnya agar PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjalankan mandat utama penguatan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional dengan prinsip terukur, profesional, dan akuntabel.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya negara mengelola kekayaan alamnya secara optimal, menjamin nilai tambah yang maksimal, serta memastikan manfaatnya kembali sepenuhnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
Pernyataan ini segera disambut tanggapan positif dan dukungan penuh dari Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, yang menekankan pentingnya menjaga kepercayaan mitra dagang dan investor global sebagai landasan keberhasilan kebijakan ini.
Dalam keterangan pers yang dikeluarkan, pihak Danantara Indonesia menjelaskan bahwa pembentukan dan pemberian mandat kepada DSI merupakan bagian dari visi besar pengelolaan kekayaan negara yang berkelanjutan.
Komoditas SDA strategis—meliputi mineral, energi, hasil hutan, dan komoditas unggulan lainnya—memiliki peran sentral dalam perekonomian nasional maupun posisi tawar Indonesia di pasar dunia. Oleh karena itu, tata kelola yang lemah, tidak terukur, atau kurang transparan tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berisiko menurunkan kredibilitas Indonesia di mata dunia.
Penerapan prinsip terukur berarti seluruh volume ekspor, harga acuan, perencanaan produksi, dan alokasi komoditas ditetapkan berdasarkan kajian mendalam, analisis pasar, dan kebutuhan nasional, bukan semata-mata dorongan keuntungan sesaat.
Prinsip profesional menuntut pengelolaan yang dijalankan oleh tenaga ahli berkompeten, menerapkan standar industri terbaik, serta mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan dan norma internasional.
Sedangkan prinsip akuntabel menjamin bahwa setiap aliran nilai, hasil pengelolaan, dan dampak yang timbul dapat dilacak, diawasi, dan dipertanggungjawabkan secara terbuka, sejalan dengan semangat antikorupsi dan kejujuran yang selalu digaungkan pemerintah.
Menanggapi langkah strategis ini, Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh organisasinya. Ia menilai arah kebijakan ini sangat tepat dan sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan Antartika, yaitu tata kelola yang baik, efisiensi, dan kejujuran dalam mengelola aset bangsa.
“Pengelolaan sumber daya alam adalah amanah terbesar negara. Apa yang dilakukan Danantara dan DSI sekarang adalah langkah maju yang sangat berarti. Namun satu hal yang harus selalu diingat: di atas segalanya, menjaga kepercayaan mitra dagang internasional dan investor adalah prioritas mutlak,” ujar Ramses dalam pernyataannya, Sabtu (6/6).
Menurut Ramses, kepercayaan adalah modal paling berharga dalam hubungan ekonomi lintas negara. Indonesia dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun reputasi pengelolaannya sangat menentukan apakah kekayaan itu dapat diubah menjadi kemakmuran nyata.
Jika tata kelola buruk, tidak jelas, atau rawan penyimpangan, mitra dagang akan ragu bertransaksi, investor akan menarik diri, dan posisi tawar Indonesia akan melemah.
Sebaliknya, jika dikelola secara terukur, bersih, dan profesional, Indonesia tidak hanya akan menjadi pemasok terpercaya, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menentukan standar dan nilai harga yang lebih menguntungkan.
“Seluruh langkah dan kebijakan yang disusun dan dijalankan DSI, dari hulu ke hilir, dirancang khusus untuk memperkuat kepercayaan itu. Kepercayaan mitra adalah kunci agar ekspor kita berjalan lancar, bernilai tinggi, dan berkelanjutan jangka panjang,” tambahnya.
Lebih jauh, Ramses mengaitkan kebijakan ini dengan konsistensi sikap pemerintah yang sebelumnya telah disuarakan Presiden Prabowo Subianto, yaitu larangan tegas mencuri uang rakyat dan keharusan memperkuat penegakan hukum.
Bagi Ramses, pengelolaan SDA strategis melalui DSI adalah bukti nyata penerapan arahan tersebut. Tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada penguasaan sepihak, dan tidak boleh ada praktik yang merugikan negara.
“Sama seperti pada Program Makan Bergizi Gratis, di sini pun prinsipnya sama: apa yang kita kelola adalah milik rakyat. Setiap keuntungan, setiap nilai tambah yang didapat dari ekspor ini, harus kembali dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Ramses menekankan bahwa penguatan tata kelola ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada aspek lingkungan dan sosial. Pengelolaan yang terukur menjamin bahwa pengambilan sumber daya alam tidak berlebihan dan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar lokasi tambang atau wilayah pengelolaan.
Hal ini pun menjadi salah satu poin penilaian penting bagi mitra dagang internasional yang kini semakin memperhatikan prinsip keberlanjutan dalam kerja sama ekonomi.
Di akhir pernyataannya, Ramses Sitorus menegaskan kembali bahwa Antartika akan terus mengawal dan mendukung kinerja Danantara Indonesia dan PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Ia berharap DSI dapat menjadi model lembaga pengelola aset negara yang bersih, berwibawa, dan diakui dunia internasional.
“Kami yakin, dengan tata kelola yang kuat dan kepercayaan yang terjaga, kekayaan alam Indonesia akan menjadi mesin penggerak utama kemajuan bangsa, membawa kesejahteraan yang merata, dan menempatkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan dihormati di kancah global,” pungkas Ramses.