Jakarta, Antartika Media Indonesia – Kabar penting datang dari penanganan kasus yang menyelimuti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dikabarkan akan mengajukan diri sebagai Justice Collaborator atau saksi pengungkap fakta dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Langkah ini langsung disambut tanggapan tegas dan dukungan dari Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, yang menilai upaya tersebut sebagai jalan terbaik untuk mengungkap seluruh kebenaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga segala hal yang selama ini menjadi tanda tanya publik.
“Kami sangat mendukung langkah Sony Sonjaya. Biar kasusnya terang benderang, tidak ada lagi yang ditutup-tutupi,” tegas Ramses Sitorus dalam keterangannya, Sabtu (6/6).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sony Sonjaya berniat memanfaatkan mekanisme Justice Collaborator yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, di mana seseorang yang terlibat atau mengetahui seluk-beluk suatu kasus dapat memberikan keterangan lengkap, bukti, dan informasi krusial kepada penegak hukum dengan imbalan pertimbangan keringanan hukuman atau perlindungan hukum. Sebagai mantan pejabat kedua di BGN, Sony dianggap memiliki akses dan pengetahuan mendalam mengenai berbagai kebijakan, keputusan, transaksi, hingga dinamika internal lembaga—termasuk pengelolaan anggaran, hingga tata kelola pengadaan bahan pangan yang selama ini menjadi sorotan tajam.
Melalui kuasa hukumnya, Sony menyampaikan bahwa ia ingin membersihkan nama baik, sekaligus memenuhi panggilan hati nurani untuk menyampaikan segala hal yang ia ketahui demi kepentingan negara dan masyarakat luas.
Ramses Sitorus memberikan apresiasi yang tinggi dan dukungan tanpa syarat. Baginya, langkah Sony Sonjaya adalah bukti nyata bahwa semangat penegakan hukum dan akuntabilitas yang didorong pemerintah mulai berjalan di jalur yang benar.
“Ini adalah langkah yang berani dan sangat kami hargai. Selama ini kami mempertanyakan banyak hal: mengapa ada titik yang sudah disetujui lalu dihentikan? Ke mana aliran anggaran berjalan? Bagaimana mekanisme pengawasan berlangsung? Semua pertanyaan itu harus dijawab, dan sebagai mantan pimpinan, tentu Sony yang paling tahu duduk perkaranya,” ujar Ramses.
Ia menegaskan bahwa prinsip utama yang dipegang Antartika selama mengawal MBG adalah kebenaran dan keadilan. Menurutnya, mekanisme Justice Collaborator adalah alat yang sangat efektif dan tepat untuk membongkar jaringan, modus operandi, serta pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam penyimpangan atau kerugian negara.
“Biar kasusnya terang benderang. Biar semua orang tahu siapa yang bekerja jujur, siapa yang bekerja untuk rakyat, dan siapa yang berani mengambil hak rakyat. Kami tidak ingin ada yang dilindungi, tidak ada yang ditutupi, dan tidak ada kebenaran yang separuh-separuh. Kebenaran utuh itulah yang menjadi hak rakyat,” tambahnya dengan nada tegas.
Bagi Ramses, baik dalam pengelolaan kekayaan alam maupun pelaksanaan program sosial seperti MBG, aturan main yang jelas dan pengungkapan fakta yang lengkap adalah syarat mutlak agar kepercayaan publik dan mitra tetap terjaga.
“Kepercayaan itu mahal harganya. Kalau ada masalah, selesaikan dengan cara yang benar, bongkar semuanya, hukum yang bersalah, dan perbaiki apa yang salah. Itulah satu-satunya cara mengembalikan kepercayaan rakyat,” jelasnya.
Lebih jauh, Ramses berharap penegak hukum dapat memproses permohonan Sony Sonjaya dengan cepat, adil, dan transparan. Ia juga meminta agar seluruh keterangan dan bukti yang disampaikan dapat ditindaklanjuti hingga ke akar-akarnya, tidak berhenti di tengah jalan, dan menindak tegas siapa pun yang terbukti bersalah tanpa pandang bulu.
“Presiden sudah memberikan arahan sangat jelas: jangan mencuri uang rakyat. Maka tugas kita semua, termasuk aparat hukum, adalah memastikan arahan itu dipatuhi, dan siapa pun yang melanggar harus bertanggung jawab. Langkah Sony ini akan sangat membantu agar arahan Bapak Presiden itu benar-benar terwujud,” tegas Ramses.
Di akhir pernyataannya, Ketua Umum Antartika kembali menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal proses hukum ini sampai tuntas.
Ia berharap, dari pengungkapan kasus ini, akan lahir perbaikan sistem yang menyeluruh di BGN, sehingga ke depannya Program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan murni sebagai harapan bagi anak-anak di ruang kelas dan kebahagiaan keluarga Indonesia, tanpa lagi dibayangi isu penyimpangan.
“Kami tunggu kebenaran itu terungkap semua. Biar terang benderang, biar bersih, dan biar program ini kembali ke tujuan aslinya: menyejahterakan rakyat,” pungkas Ramses Sitorus.