Jakarta, Antartika Media Indonesia – Kebijakan penggabungan 48 sekolah dasar (SD) negeri di Boyolali menjadi perhatian berbagai pihak. Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menilai langkah tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah, khususnya kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menurut Ramses, penggabungan puluhan sekolah tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan administratif semata, tetapi juga harus dilihat dari sisi kualitas pendidikan dan akses belajar masyarakat.
Ia mengatakan pemerintah perlu mengkaji secara menyeluruh faktor yang menyebabkan sekolah-sekolah tersebut harus digabung, mulai dari menurunnya jumlah peserta didik, pemerataan pendidikan, hingga persoalan fasilitas dan kualitas tenaga pengajar.
“Kami menilai persoalan ini perlu menjadi perhatian serius. Kementerian terkait bidang pendidikan juga harus ikut bertanggung jawab dan melakukan evaluasi terhadap kondisi yang terjadi,” ujar Ramses dalam keterangannya, Senin (6/7).
Menurutnya, apabila penggabungan sekolah terjadi karena menurunnya minat masyarakat atau adanya persoalan lain dalam sistem pendidikan, maka langkah pembenahan harus segera dilakukan agar kondisi serupa tidak meluas ke daerah lain.
Ramses menilai pendidikan merupakan sektor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh masyarakat tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan merata.
Selain itu, ia meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat koordinasi agar setiap kebijakan pendidikan yang diambil tetap mengutamakan kepentingan siswa serta keberlangsungan proses belajar mengajar.
“Kita tentu tidak ingin melihat semakin banyak sekolah yang kehilangan murid atau harus digabung. Pendidikan harus menjadi prioritas bersama karena menyangkut masa depan generasi bangsa,” tutupnya.