Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus mendukung penuh langkah yang diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah melalui BGN dinilai sangat serius dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Gizi Pemerintah (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.
Pengawasan yang dilakukan tidak hanya bersifat parsial, melainkan menyeluruh mulai dari aspek teknis operasional dapur hingga memastikan data penerima manfaat benar-benar tepat sasaran. Hal ini dilakukan demi menjamin bahwa setiap rupiah yang digunakan dan setiap porsi makanan yang disajikan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Ramses Sitorus, kebijakan BGN yang terus memperketat aturan dan standar operasional merupakan keputusan yang sangat tepat. Hal ini menjadi kunci utama agar seluruh dapur SPPG dapat berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan sejak awal.
“Dukungan penuh kami berikan kepada BGN. Kebijakan untuk memperketat aturan ini sangat penting agar tidak ada celah penyimpangan. Semua harus berjalan sesuai SOP agar kualitas program ini tetap terjaga tinggi dan sesuai dengan visi misi Presiden untuk menyehatkan rakyat,” ujar Ramses dalam keterangannya, Kamis (16/4).
Selain pengawasan dari tingkat pusat dan daerah, Ramses juga menekankan pentingnya peran aktif dari pengelola di lapangan. Ia menghimbau kepada seluruh Kepala SPPG dan para ahli gizi yang bertugas untuk lebih memperhatikan kualitas bahan baku yang akan diolah.
Bahan-bahan makanan yang digunakan harus benar-benar terjamin kualitasnya, baik dari segi kebersihan maupun kesegaran. Hal ini menjadi syarat mutlak agar nilai gizi yang terkandung di dalamnya dapat terserap dengan optimal oleh tubuh para penerima manfaat.
“Kepada para Kepala SPPG dan ahli gizi, kami mohon untuk selalu teliti. Pastikan bahan-bahan yang diolah adalah bahan yang baik dan fresh. Jangan sampai ada bahan yang kurang layak konsumsi masuk ke dalam proses masak, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak dan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ramses juga memberikan pesan kepada seluruh penerima manfaat agar tidak ragu untuk menyampaikan aspirasi atau keluhan. Apabila di kemudian hari terdapat menu yang dirasa tidak sesuai standar atau kurang memuaskan, masyarakat bisa langsung mengkonsultasikannya kepada pihak pengelola dapur SPPG penyalur MBG setempat.
“Dengan komunikasi yang baik antara pengelola dan penerima manfaat, serta pengawasan yang ketat dari BGN, kami yakin program ini akan semakin sempurna dan membawa manfaat besar bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depannya,” tutup Ramses.