Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum ANTARTIKA Group, Ramses Sitorus, menyampaikan apresiasi atas capaian satu tahun pelaksanaan program MBG yang dinilai menunjukkan hasil signifikan. Menurutnya, program tersebut telah menjangkau lebih dari 62 juta jiwa penerima manfaat dan melibatkan jutaan relawan di seluruh Indonesia.
“Ini bukan hanya sekadar angka, ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi yang luar biasa,” ujar Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, dilansir dari liputan6.com mengungkapkan bahwa pemerintah telah membangun sebanyak 27.066 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terverifikasi di berbagai daerah. Kehadiran unit tersebut menjadi tulang punggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.
Selain pembangunan infrastruktur layanan, sebanyak 1,18 juta relawan disebut aktif terlibat dalam pengoperasian SPPG di seluruh Indonesia. Para relawan tersebut berperan penting dalam mendukung distribusi layanan gizi serta memastikan program berjalan sesuai sasaran.
Sony Sonjaya menjelaskan, hingga saat ini program MBG telah menjangkau 62,35 juta jiwa penerima manfaat. Angka tersebut terdiri dari 49,64 juta peserta didik dan 12,7 juta masyarakat dari kategori non-peserta didik.
Ramses Sitorus menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah melalui BGN telah bekerja maksimal dalam satu tahun terakhir. Ia menyebut keberhasilan itu menunjukkan keseriusan negara dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata.
Menurut Ramses, manfaat program MBG tidak hanya terlihat dari sisi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dengan melibatkan lebih dari satu juta relawan, program ini dinilai turut membantu mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
“Dengan melibatkan 1,18 juta relawan, program ini secara tidak langsung telah membantu mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Para relawan ini mendapatkan pengalaman, keterampilan, dan mungkin juga insentif yang membantu perekonomian mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran SPPG di berbagai daerah juga memberikan efek ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Aktivitas operasional unit layanan tersebut membuka peluang usaha baru, mulai dari penyediaan bahan pangan, distribusi logistik, hingga tenaga pendukung lainnya.
Ramses berharap capaian satu tahun program MBG dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, keberlanjutan program sangat penting agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Di akhir keterangannya, Ramses Sitorus mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ia optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, program MBG dapat menjadi fondasi menuju Indonesia yang sehat, produktif, dan sejahtera.