Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum ANTARTIKA Group, Ramses Sitorus, menyayangkan sikap sejumlah media mainstream yang dinilai ikut menggoreng isu negatif yang ditujukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, media seharusnya hadir sebagai penyeimbang informasi, bukan justru memperkeruh suasana dengan pemberitaan yang belum tentu akurat.
“Kami sangat menyayangkan adanya media mainstream yang ikut-ikutan memberitakan isu negatif tentang BGN tanpa melakukan verifikasi yang memadai. Sebagai media yang memiliki kredibilitas, seharusnya mereka lebih berhati-hati dan mengedepankan jurnalisme yang bertanggung jawab,” ujar Ramses Sitorus dalam sebuah pernyataan, Jumat (17/4).
Ramses menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik. Karena itu, setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat seharusnya didasarkan pada data, fakta, dan hasil verifikasi yang jelas di lapangan.
Ia menilai, pemberitaan yang tidak berimbang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dapat memicu kesalahpahaman publik terhadap suatu lembaga maupun program pemerintah yang sedang berjalan.
Menurut Ramses, media yang profesional seharusnya menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan memberi ruang klarifikasi kepada semua pihak. Dengan demikian, masyarakat dapat menerima informasi secara utuh dan objektif.
Ia juga mengingatkan bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas sosial. Oleh sebab itu, media diminta tidak mudah terjebak pada narasi sensasional demi mengejar klik atau perhatian publik.
Ramses meminta para pemilik media agar lebih ketat mengawasi konten maupun isi pemberitaan yang dipublikasikan. Menurutnya, setiap berita harus sesuai dengan kaidah jurnalistik dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang Pers yang berlaku.
“Kami berharap para pemilik media dapat lebih selektif dalam memilih berita yang akan dipublikasikan. Pastikan bahwa berita tersebut telah melalui proses verifikasi yang ketat dan memenuhi standar jurnalisme yang profesional. Jangan sampai media menjadi alat untuk menyebarkan fitnah atau ujaran kebencian,” imbaunya.
Selain itu, ia mengajak insan pers untuk tetap menjaga integritas serta profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Media yang kredibel, kata Ramses, adalah media yang berani menyampaikan kebenaran meski tanpa sensasi.
Ramses berharap polemik yang berkembang terkait BGN dapat disikapi secara bijak oleh semua pihak, termasuk media massa. Ia menilai ruang publik perlu diisi dengan informasi yang mencerahkan, bukan narasi yang memecah belah.
Di akhir keterangannya, Ramses Sitorus mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima berita yang beredar. Ia menegaskan bahwa publik perlu membedakan antara informasi berbasis fakta dan isu yang sengaja dibangun untuk kepentingan tertentu.
“Mari kita bersama-sama menjaga iklim informasi yang sehat dan konstruktif demi kemajuan bangsa,” pungkasnya.