Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, secara terbuka menantang mantan Komjen Pol (P) Dharma Pongrekun untuk melakukan debat publik terkait polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tantangan ini muncul setelah Dharma menyebut program tersebut rawan menjadi ladang korupsi bahkan menyebutnya sebagai “program korup berjamaah”.
Ramses menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan berpotensi menyesatkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia secara merata. Menurutnya, narasi negatif tanpa dasar yang kuat justru dapat menghambat upaya pembangunan sumber daya manusia.
“Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehingga mereka mampu bersaing dengan anak-anak dari negara maju. Ini bukan sekadar program bantuan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Kamis (30/4).
Lebih lanjut, Ramses menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memberikan efek domino terhadap perekonomian nasional.
Ia menyebut bahwa program ini mampu menyerap jutaan tenaga kerja, mulai dari sektor distribusi, produksi pangan, hingga tenaga pelaksana di lapangan.
Selain itu, program MBG juga dinilai menjadi motor penggerak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kebutuhan bahan pangan dalam skala besar membuka peluang bagi petani, peternak, serta pelaku usaha lokal untuk terlibat langsung dalam rantai pasok program tersebut.
Ramses menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tetap berbasis data dan tidak mengandung informasi yang menyesatkan publik.
Menurutnya, tudingan tanpa bukti hanya akan memperkeruh suasana dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.
Ia pun mengajak Dharma Pongrekun untuk berdiskusi secara terbuka agar masyarakat dapat melihat secara objektif fakta dan data terkait program MBG. Ramses menilai debat terbuka menjadi ruang yang sehat untuk menguji argumen dan menghindari kesimpulan sepihak.
“Silakan kita buka data, kita diskusikan secara transparan di depan publik. Jangan sampai opini yang berkembang justru merugikan masyarakat yang seharusnya menerima manfaat dari program ini,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ramses kembali menekankan pentingnya menjaga kualitas informasi di ruang publik. Ia berharap semua pihak dapat berkontribusi secara konstruktif dalam mengawal program-program pemerintah demi kemajuan Indonesia ke depan.