Jawa Barat, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus menyoroti dampak signifikan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional, kini mulai dirasakan secara luas di wilayah Jawa Barat.
Program yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ini disebut telah memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi daerah.
Dalam keterangannya, Ramses Sitorus mengungkapkan bahwa perputaran uang dari program MBG di Jawa Barat telah mencapai angka sekitar Rp6 triliun setiap bulannya.
“Nilai tersebut dinilai sangat besar dan menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Selasa (29/4).
Menurut Ramses, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah mencapai sekitar 6.200 unit menjadi faktor utama dalam menciptakan efek ekonomi tersebut.
Setiap unit SPPG menjalankan aktivitas operasional yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pengadaan bahan pangan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Ia menjelaskan bahwa aliran dana dalam skala besar tersebut secara langsung berdampak pada berbagai sektor, termasuk pertanian, peternakan, distribusi logistik, hingga pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan demikian, program MBG menciptakan efek berantai yang memperkuat struktur ekonomi di tingkat lokal.
Selain itu, Ramses menegaskan bahwa program ini turut memberikan kontribusi pada peningkatan indikator sosial ekonomi masyarakat. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak, diharapkan kualitas sumber daya manusia di masa depan akan semakin baik dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Program MBG juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan dapur SPPG telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, baik sebagai tenaga produksi, distribusi, maupun pengelola operasional dapur, tambahnya.
Ramses juga menekankan pentingnya pengawasan dan pengelolaan program secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Ia berharap seluruh pihak terkait, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, dapat terus bersinergi untuk menjaga kualitas dan keberlangsungan program tersebut.
Di akhir pernyataannya, Ramses Sitorus optimistis bahwa program MBG akan terus berkembang dan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional.
Ia menilai bahwa keberhasilan di Jawa Barat dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan program sosial dengan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.