Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah tegas dan tepat untuk memastikan program berjalan sesuai prinsip kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Ramses menilai keberadaan IPAL merupakan syarat mutlak dalam operasional dapur MBG. Tanpa pengelolaan limbah yang baik, aktivitas dapur berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat.
“Program gizi tidak boleh meninggalkan persoalan lingkungan. IPAL adalah bagian dari standar minimal,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Sabtu (30/5).
Ia menambahkan, kebijakan penghentian dapur yang tidak memenuhi ketentuan IPAL juga menunjukkan komitmen BGN dalam menegakkan standar operasional.
Langkah ini dinilai akan mendorong para mitra untuk lebih disiplin dan serius dalam memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum dan selama menjalankan program.
Menurut Ramses, penegakan aturan ini sekaligus melindungi penerima manfaat program MBG. Lingkungan dapur yang bersih dan sistem pengelolaan limbah yang baik akan berkontribusi pada keamanan pangan dan kualitas makanan yang disajikan, sehingga tujuan peningkatan gizi dapat tercapai secara optimal.
Dari sisi tata kelola, ia menilai kebijakan tersebut dapat mencegah praktik abai terhadap standar demi mengejar target operasional.
“Ketegasan ini penting agar tidak ada kompromi terhadap aspek kesehatan dan lingkungan,” katanya.
Ramses juga mengimbau para pengelola dapur dan calon mitra MBG untuk segera melengkapi fasilitas IPAL sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyarankan agar pendampingan teknis dan sosialisasi standar terus diperkuat sehingga mitra memiliki pemahaman yang sama.
Di akhir pernyataannya, Ramses berharap kebijakan BGN ini didukung oleh seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, mitra pelaksana, dan masyarakat sangat diperlukan agar Program MBG tidak hanya sukses meningkatkan gizi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.