Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, memberikan apresiasi atas langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menegakkan hukum terhadap praktik penipuan titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan komitmen negara dalam menjaga integritas dan kredibilitas program strategis nasional.
“Penipuan titik dapur merupakan pelanggaran serius yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi menghambat penyaluran manfaat kepada penerima sasaran. Ia menegaskan bahwa praktik manipulatif semacam itu harus diberantas agar program MBG berjalan tepat sasaran dan berkeadilan,” ungkap Ramses Sitorus dalam keterangannya, Sabtu (30/5).
Ia menambahkan, kolaborasi antara BGN dan aparat kepolisian merupakan contoh sinergi yang efektif dalam penegakan hukum. Langkah ini dinilai memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan program untuk kepentingan pribadi.
Menurut Ramses, ketegasan penegakan hukum juga penting untuk melindungi mitra pelaksana yang bekerja secara jujur dan profesional. Dengan adanya tindakan hukum, persaingan menjadi lebih sehat dan transparan, sehingga kualitas layanan dapur MBG dapat terjaga.
Dari sisi tata kelola, ia menilai penindakan terhadap penipuan titik dapur akan memperkuat sistem pengawasan dan verifikasi.
“Ke depan, mekanisme kontrol harus semakin diperketat agar celah penyimpangan bisa diminimalkan,” ujarnya.
Ramses juga mendorong masyarakat dan mitra untuk proaktif melaporkan dugaan penyimpangan. Partisipasi publik, menurutnya, menjadi elemen penting dalam memastikan program MBG berjalan sesuai ketentuan dan tujuan awalnya.
Di akhir pernyataannya, Ramses berharap langkah tegas BGN dan kepolisian ini terus berlanjut secara konsisten. Ia optimistis, dengan penegakan hukum yang kuat dan kolaboratif, Program MBG dapat terlaksana secara bersih, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan gizi masyarakat.