Jakarta, Antartika Media Indonesia – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan penghentian sementara seluruh kegiatan pembangunan dapur baru untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, sejalan dengan arahan perbaikan tata kelola, efisiensi anggaran, dan ketepatan sasaran yang sebelumnya telah didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk Antartika.
Langkah ini mendapat tanggapan tajam dari Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus yang mempertanyakan kejelasan status lokasi-lokasi yang sebelumnya sudah ditandai dengan tanda centang biru sebagai titik yang disetujui dan siap dikembangkan.
Namun, langkah ini memunculkan pertanyaan besar dari Ketua Umum Antartika. Ia menegaskan kebingungannya terhadap status lokasi-lokasi yang sebelumnya sudah diberi tanda centang biru—tanda yang selama ini dipahami sebagai persetujuan resmi, kelayakan terpenuhi, dan rencana pembangunan yang sudah disahkan.
“Kami memiliki catatan jelas, ada ratusan titik yang sudah dicentang biru, sudah dinyatakan siap, bahkan sebagian sudah ada persiapan awal di lapangan. Sekarang pembangunan dihentikan sementara, lalu apa nasib titik-titik itu? Apakah penilaian sebelumnya keliru? Apakah ada perubahan kebijakan mendasar yang tidak kami ketahui?” tegas Ramses Sitorus dalam keterangannya, Jumat (5/6).
Ia menambahkan bahwa ketidakjelasan ini berisiko menimbulkan keraguan di tengah masyarakat maupun pihak-pihak yang sudah terlibat dalam persiapan pembangunan, seperti pemerintah daerah, penyedia jasa konstruksi, dan masyarakat setempat.
Menurutnya, tanda centang biru bukan sekadar simbol, melainkan bentuk komitmen dan kepastian perencanaan yang sudah dibangun bersama. Jika kini statusnya berubah tanpa penjelasan rinci, hal ini dapat mengganggu kepercayaan terhadap pelaksanaan program MBG secara keseluruhan, serta menghambat sinergi yang telah dibangun dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Lebih jauh, Ketua Umum Antartika meminta BGN untuk segera menerbitkan rincian lengkap mengenai alasan setiap titik yang sudah dicentang biru ditinjau ulang, kriteria baru yang digunakan dalam evaluasi, serta jangka waktu penghentian sementara ini.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi agar tidak ada kesalahpahaman yang berkembang menjadi isu publik yang lebih luas.
“Kami sangat mendukung perbaikan tata kelola dan efisiensi anggaran seperti yang kami sampaikan sebelumnya. Namun perbaikan tidak boleh menimbulkan ketidakpastian yang merugikan persiapan yang sudah dilakukan. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap berjalan terarah, akuntabel, dan tidak membuang waktu serta tenaga yang sudah dikerahkan,” tutupnya.