Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus menyampaikan dukungan penuh kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dalam kesempatan tersebut, Ramses menegaskan bahwa MBG memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini, serta mendukung pencapaian target gizi nasional yang telah ditetapkan.
“Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga pada tata kelola yang baik, akuntabilitas, dan ketepatan dalam menyalurkan manfaat kepada pihak yang paling membutuhkan,” ungkap Ramses Sitorus dalam pernyataannya, Jumat (5/6).
Oleh karena itu, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan moral, tetapi juga komitmen untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam seluruh aspek pelaksanaan program. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah penguatan tata kelola program.
Ketua Umum menjelaskan bahwa tata kelola yang terstruktur, transparan, dan berbasis data menjadi fondasi utama agar setiap tahapan pelaksanaan—mulai dari perencanaan, pengadaan bahan pangan, penyiapan makanan, hingga penyaluran—berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Hal ini juga mencakup penyempurnaan mekanisme pengawasan dan evaluasi, sehingga setiap potensi hambatan atau penyimpangan dapat dideteksi dan diselesaikan secara cepat dan tepat. Penguatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program yang dibiayai oleh anggaran negara.
“Selain tata kelola, efisiensi pengelolaan anggaran menjadi fokus perhatian utama. Ketua Umum mengingatkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk MBG merupakan uang rakyat, sehingga harus dimanfaatkan secara bijak, tepat sasaran, dan tidak ada pemborosan,” tambahnya.
Ia mendorong BGN untuk menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang terintegrasi, memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau aliran dana secara langsung, serta melakukan kajian berkala terhadap biaya operasional agar dapat menekan biaya tidak perlu tanpa mengurangi kualitas gizi dan keamanan makanan yang disajikan. Efisiensi ini juga bertujuan agar jangkauan program dapat diperluas seiring dengan ketersediaan sumber daya yang ada.
Penajaman sasaran penerima manfaat juga menjadi langkah strategis yang didukung penuh. Ketua Umum menyatakan bahwa program ini harus benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan, seperti anak usia dini, siswa sekolah dasar, ibu hamil, dan ibu menyusui yang berada di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi atau status gizi yang kurang baik.
Untuk itu, ia mendorong penggunaan data terpadu dan akurat, yang terhubung dengan basis data kesejahteraan sosial nasional, agar tidak ada kesalahan penyaluran manfaat—baik yang tidak menjangkau yang berhak maupun yang diterima oleh pihak yang tidak membutuhkan. Penajaman ini juga akan membuat dampak program menjadi lebih terukur dan signifikan.
Optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia juga menjadi bagian penting dari arahan yang disampaikan. Ketua Umum menekankan bahwa BGN tidak bekerja sendiri, melainkan harus membangun sinergi yang erat dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas. Pemanfaatan potensi sumber daya lokal—seperti bahan pangan yang dihasilkan oleh petani setempat—tidak hanya dapat menekan biaya logistik, tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat sekitar dan memastikan makanan yang disajikan segar serta sesuai dengan kebiasaan pangan lokal. Selain itu, pemanfaatan tenaga ahli dan sukarelawan juga dapat memperkuat kapasitas pelaksanaan program di lapangan.
Di akhir pernyataannya, Ketua Umum berharap bahwa serangkaian langkah perbaikan yang didorong ini dapat segera diterapkan dan memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan komitmen organisasinya untuk terus memantau perkembangan pelaksanaan MBG, memberikan masukan yang konstruktif, dan mendukung setiap upaya yang bertujuan menjadikan program ini sebagai model pelayanan publik yang efektif, akuntabel, dan bermanfaat luas. BGN sendiri menyambut baik dukungan tersebut dan menyatakan akan segera menyusun rencana aksi terperinci untuk menerapkan seluruh rekomendasi guna meningkatkan kinerja program ke depannya.