Jakarta, Antartika Media Indonesia – Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menolak upaya-upaya yang bertujuan untuk melengserkan Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya sebelum masa bakti periode 2024-2029 berakhir. Data ini menjadi bukti kuat bahwa fondasi pemerintahan yang baru saja terbentuk ini memiliki akar yang sangat kuat di tengah masyarakat.
Menurut Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, angka yang paling mencolok adalah sebanyak 67 persen responden menyatakan penolakan tegas jika ada pihak yang ingin mengganti atau menurunkan Presiden sebelum waktunya. Angka ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari rakyat agar stabilitas nasional tetap terjaga dan pemerintahan dapat bekerja maksimal.
“Data survei ini sangat jelas dan gamblang. Sebanyak 67 persen rakyat menolak pelengseran Prabowo Subianto dari kursi kepresidenan sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029 mendatang. Ini adalah sinyal kuat bahwa masyarakat menginginkan kelanjutan kepemimpinan dan tidak ingin ada gejolak politik yang mengganggu pembangunan,” ujar Ramses dalam keterangannya, Kamis (16/4).
Selain soal dukungan terhadap kelanjutan jabatan, tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja eksekutif juga tercatat sangat tinggi. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga Median, tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai angka 71,8 persen.
Angka kepuasan yang berada di atas 70 persen ini dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa, mengingat pemerintahan ini masih tergolong baru namun langsung mendapatkan respon positif yang masif dari berbagai lapisan masyarakat. Hal ini menandakan bahwa program-program yang dicanangkan sejak awal telah tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan rakyat.
Ramses Sitorus menegaskan bahwa merujuk dari angka-angka di atas, hal tersebut membuktikan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran benar-benar bekerja untuk rakyat. Tidak hanya berorientasi pada birokrasi, namun kebijakan yang dibuat benar-benar memiliki dampak langsung yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehari-hari.
Salah satu indikator nyata yang dirasakan masyarakat adalah hadirnya berbagai program unggulan yang menyentuh ekonomi dan kesejahteraan. Contoh paling nyata adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, serta pengembangan Koperasi Merah Putih yang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi rakyat.
“Kebijakan-kebijakan strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah rakyat. Tidak hanya janji, tetapi ada aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya. Oleh karena itu, wajar jika tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat melonjak tinggi,” pungkas Ramses.
Dengan adanya data survei ini, diharapkan seluruh elemen bangsa dapat semakin bersatu mendukung program pembangunan yang telah dirancang, demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan adil di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran hingga tahun 2029 nanti.