Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memanggil para menteri bidang ekonomi untuk membahas dampak kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap perekonomian nasional.
Menurut Ramses, langkah tersebut menunjukkan DPR hadir dan responsif terhadap persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.
Ramses menilai penguatan dolar Amerika dalam beberapa waktu terakhir telah memberi tekanan terhadap berbagai sektor, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga dunia usaha.
Karena itu, koordinasi cepat antara legislatif dan pemerintah sangat diperlukan agar gejolak ekonomi global tidak semakin membebani rakyat.
“Langkah Pak Dasco sangat tepat dan patut diapresiasi. DPR tidak boleh diam ketika nilai tukar dolar naik dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Pemanggilan menteri ekonomi adalah bentuk pengawasan sekaligus upaya mencari solusi bersama,” ujar Ramses dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Ia mengatakan, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa pemerintah memiliki strategi yang jelas untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, komunikasi terbuka antara DPR dan para menteri ekonomi dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah di tengah ketidakpastian global.
“Masyarakat membutuhkan kepastian dan penjelasan yang jernih. Pemerintah harus menyampaikan apa penyebab utama penguatan dolar dan bagaimana strategi menjaga rupiah tetap stabil,” katanya.
Ramses juga menyoroti pentingnya langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat. Kenaikan dolar, kata dia, sering kali berimbas pada naiknya harga barang impor dan bahan baku industri, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga di tingkat konsumen. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memastikan stok pangan aman, distribusi lancar, dan inflasi tetap terkendali.
Selain itu, ia berharap para menteri ekonomi yang dipanggil DPR dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai kondisi ekonomi terkini serta langkah mitigasi yang sedang disiapkan pemerintah. Menurut Ramses, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi atau kepanikan pasar.
Ramses menambahkan, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat, namun kewaspadaan tetap diperlukan menghadapi dinamika global.
Ia optimistis jika pemerintah, DPR, Bank Indonesia, dan pelaku usaha bergerak secara sinergis, maka tekanan akibat penguatan dolar Amerika dapat dihadapi dengan baik tanpa mengganggu stabilitas nasional secara signifikan.
“Kami berharap langkah ini menjadi awal dari kebijakan yang lebih efektif untuk menjaga stabilitas rupiah dan melindungi ekonomi masyarakat,” tutup Ramses.