Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika menyayangkan kondisi puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilaporkan belum dapat beroperasi secara optimal pada Senin (8/6) akibat dana operasional yang belum dicairkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pelaksanaan berbagai program pelayanan yang telah direncanakan untuk masyarakat.
“Keberadaan SPPG memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, keterlambatan pencairan dana operasional perlu segera mendapat perhatian agar aktivitas pelayanan tidak terhenti dalam waktu yang lama,” ungkap Ramses Sitorus dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan bahwa sejumlah SPPG telah menyiapkan berbagai kebutuhan operasional, mulai dari sumber daya manusia, sarana pendukung, hingga koordinasi dengan pihak terkait. Namun, tanpa dukungan anggaran yang memadai, pelaksanaan kegiatan di lapangan menjadi sulit dilakukan secara maksimal.
“Ketidakpastian mengenai jadwal pencairan dana dapat menimbulkan berbagai kendala bagi pengelola SPPG. Selain menghambat pelayanan, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi semangat para petugas yang telah bersiap menjalankan tugasnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap BGN dapat memberikan penjelasan yang transparan terkait proses pencairan dana operasional. Kejelasan informasi dinilai penting agar para pengelola SPPG memiliki kepastian dalam menyusun rencana kerja dan mengatur kebutuhan operasional di masing-masing wilayah.
Antartika juga mendorong adanya koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah pusat dan pihak pelaksana di daerah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai hambatan administratif maupun teknis diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga program yang telah dirancang dapat berjalan sesuai target.
Di akhir keterangannya, Ketum Antartika berharap pencairan dana operasional dapat segera direalisasikan. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan operasional SPPG sangat penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan tujuan program pemenuhan gizi dapat tercapai secara optimal.