Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan dukungan penuh dan apresiasi tinggi terhadap sikap tegas Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, yang meminta seluruh perbankan syariah di Indonesia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan angka, aset, atau keuntungan semata, tetapi harus mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat luas.
Menurut Ramses, pesan yang disampaikan Menteri Rosan sangat tepat sasaran dan menjadi pengingat penting akan hakikat keberadaan ekonomi syariah di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.
“Kami sangat sepakat dan mendukung sepenuhnya apa yang disampaikan Bapak Menteri. Selama ini, sering kali kita mendengar laporan bahwa aset perbankan syariah tumbuh besar, angka pembiayaan naik, tapi pertanyaannya sederhana: apakah pertumbuhan itu sudah dirasakan manfaatnya oleh pedagang kecil, petani, pengusaha mikro, dan masyarakat menengah ke bawah? Kalau hanya besar di laporan keuangan tapi tidak menyentuh akar rumput, maka tujuannya belum tercapai,” tegas Ramses Sitorus dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Ia menilai, permintaan Rosan agar bank syariah bergerak lebih inklusif dan berpihak pada ekonomi riil adalah langkah strategis yang sejalan dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menyejahterakan rakyat dan memeratakan pembangunan.
“Ekonomi syariah punya prinsip keadilan, kemitraan, dan keberkahan. Prinsip ini tidak boleh hanya menjadi slogan di dinding kantor, tapi harus diterjemahkan dalam layanan. Bapak Menteri menegaskan: jangan bangga hanya karena aset besar, tapi banggalah ketika usaha kecil bisa berkembang, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat meningkat karena dukungan bank syariah,” tambahnya.
Ramses menyoroti bahwa potensi keuangan syariah di Indonesia sebenarnya sangat luar biasa, namun pemanfaatannya masih belum maksimal karena sering kali terjebak dalam pola kerja konvensional yang kaku dan berorientasi keuntungan semata. Banyak pengusaha mikro dan kecil yang kesulitan mengakses pembiayaan syariah karena persyaratan yang rumit, jangkauan yang belum luas, atau produk yang belum sesuai kebutuhan.
“Bapak Rosan melihat celah ini dengan jelas. Beliau ingin bank syariah turun ke lapangan, memahami kebutuhan pelaku usaha, dan menciptakan solusi pembiayaan yang ramah, mudah, dan memang bertujuan menggerakkan roda ekonomi di daerah-daerah,” jelasnya.
Lebih jauh, Ramses mengapresiasi cara pandang Menteri Rosan yang menempatkan peran perbankan syariah sebagai pilar penting dalam menarik dan menyalurkan investasi, termasuk investasi hijau dan hilirisasi yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
“Investasi yang masuk harus bisa bersinergi dengan keuangan syariah. Dana yang dikelola tidak boleh berputar di kalangan terbatas saja, tapi harus disalurkan ke sektor-sektor produktif, seperti pertanian, perkebunan, UMKM, dan industri pengolahan bahan baku dalam negeri. Di sinilah letak dampak nyata itu akan terlihat: ketika investasi dan pembiayaan syariah bergandengan tangan membangun ekonomi nasional,” ujarnya.
Ketum Antartika ini juga menekankan, transformasi yang didorong Rosan sejalan dengan semangat birokrasi gesit dan kolaboratif yang juga terus digaungkan Wapres Gibran. Ia berharap perbankan syariah tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan pelaku usaha untuk memastikan manfaatnya sampai ke seluruh pelosok negeri.
“Uang yang dikelola bank syariah adalah amanah rakyat. Maka pengelolaannya pun harus amanah: transparan, bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi banyak orang. Besar angka aset itu penting, tapi jauh lebih penting adalah seberapa besar dampak positif yang dihasilkannya untuk kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Aliansi Antartika berkomitmen untuk ikut mengawal perkembangan ini dan mendorong masyarakat agar semakin memanfaatkan layanan keuangan syariah yang relevan dan bermanfaat. Ramses meyakini, dengan arahan yang tegas dan visi yang jelas dari Menteri Rosan, wajah ekonomi syariah Indonesia akan berubah menjadi lebih kuat, lebih berkarakter, dan benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian yang adil dan makmur.
“Kami dukung penuh langkah Bapak Menteri Investasi. Teruslah mengingatkan, teruslah mendorong. Kami ingin melihat bank syariah Indonesia tidak hanya menjadi besar secara ukuran, tapi yang terpenting: menjadi besar manfaatnya, besar dampaknya, dan besar kontribusinya bagi kemajuan dan kesejahteraan seluruh anak bangsa,” pungkas Ramses Sitorus.