Jakarta, Antartika Media Indonesia – Sebuah unggahan di media sosial TikTok yang memuat konten bertuliskan “Monyet, Babi, Monyet (NBG)” menjadi sorotan dan memunculkan beragam respons dari masyarakat.
Sejumlah pihak menilai konten di ruang digital perlu dijaga agar tidak menimbulkan kegaduhan maupun potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya unggahan di media sosial yang dinilai berpotensi memicu polemik.
“Kebebasan berekspresi di ruang digital harus tetap diiringi dengan tanggung jawab serta memperhatikan etika dalam menyampaikan suatu konten kepada publik,” ungkap Ketum Antartika, Senin (22/6).
Ia menilai media sosial saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, setiap pengguna platform digital diharapkan dapat lebih bijak dalam membuat dan menyebarkan konten agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.
“Kami berharap setiap konten yang beredar di ruang digital dapat mengedepankan etika dan tidak memicu keresahan di tengah masyarakat. Apabila terdapat unsur pelanggaran hukum, tentu aparat yang berwenang dapat melakukan penelusuran sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat juga perlu meningkatkan literasi digital agar dapat menyikapi berbagai informasi secara lebih bijaksana. Sikap kritis dan tidak mudah terpancing dinilai penting dalam menjaga suasana yang kondusif di ruang publik.
Ketum Antartika menambahkan bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana untuk menyebarkan informasi positif, membangun diskusi yang sehat, serta memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab sehingga media sosial dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.