Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan penolakannya terhadap pernyataan sikap yang disampaikan oleh rektor dan sejumlah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terkait penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Menurutnya, kedua program tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah yang memiliki tujuan besar bagi masa depan bangsa.
Ramses menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat dipandang secara sempit sebagai sekadar program pembagian makanan kepada peserta didik.
Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
“MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia sejak usia dini. Program ini menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas generasi penerus bangsa,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Selasa (23/6).
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan fisik, kemampuan belajar, hingga kualitas kesehatan masyarakat pada masa mendatang. Karena itu, Ramses menilai program tersebut harus didukung melalui evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan, bukan ditolak secara menyeluruh.
Selain menyoroti MBG, Ramses juga menyampaikan pandangannya mengenai program Koperasi Merah Putih yang turut menjadi bagian dari penolakan tersebut.
Ia menilai program itu merupakan langkah pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
“Koperasi Merah Putih merupakan kebijakan Presiden untuk memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan. Program ini dirancang agar masyarakat dapat memiliki ruang yang lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan,” kata Ramses.
Ramses menyebut koperasi selama ini telah menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pemerataan ekonomi. Melalui penguatan koperasi, menurutnya pemerintah berupaya membangun sistem ekonomi yang lebih inklusif dan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.
Meski demikian, Ramses tetap menghormati adanya perbedaan pandangan di lingkungan akademik. Namun ia berharap kritik yang disampaikan dapat diarahkan untuk memberikan masukan yang konstruktif serta didasarkan pada kajian yang objektif agar program-program strategis pemerintah dapat berjalan lebih optimal demi kepentingan masyarakat luas.