Jakarta, Antartika Media Indonesia – Kekhawatiran mulai dirasakan sejumlah mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandung terkait proses evaluasi yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sejumlah mitra mengaku khawatir evaluasi tersebut dapat berujung pada penghentian operasional atau penutupan apabila ditemukan berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, meminta para mitra untuk tidak panik menghadapi proses evaluasi yang sedang berjalan.
Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kualitas pelayanan dan pelaksanaan program tetap berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Ramses menilai evaluasi seharusnya dijadikan momentum bagi seluruh mitra untuk melakukan pembenahan serta meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia menegaskan bahwa program yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, memerlukan standar pelaksanaan yang baik dan konsisten.
“Para mitra tidak perlu khawatir secara berlebihan. Yang paling penting saat ini adalah memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar operasional prosedur atau SOP yang telah ditetapkan BGN,” ujar Ramses Sitorus melalui pesan singkat kepada redaksi, Selasa (23/6).
Menurutnya, kepatuhan terhadap SOP menjadi hal penting karena menyangkut berbagai aspek, mulai dari kualitas bahan pangan, kebersihan, proses pengolahan makanan, distribusi, hingga tata kelola operasional.
Jika seluruh ketentuan dipenuhi dengan baik, maka kekhawatiran terhadap hasil evaluasi dapat diminimalkan.
Ramses juga menegaskan bahwa keberadaan mitra memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi yang saat ini menjadi salah satu perhatian pemerintah. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga kualitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.
Selain itu, Ramses berharap BGN tidak hanya melakukan evaluasi dalam bentuk pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan dan pembinaan kepada mitra yang masih memiliki kendala di lapangan. Menurutnya, pendekatan pembinaan akan lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan sanksi.
Ia juga mengajak seluruh mitra untuk melihat evaluasi sebagai langkah perbaikan bersama. Menurutnya, tujuan utama program tetap harus menjadi prioritas, yakni memastikan masyarakat memperoleh layanan pemenuhan gizi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.