Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, menyoroti keputusan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menghentikan ribuan penerima bantuan sosial (bansos) karena dinilai tidak tepat sasaran.
Ia menilai langkah tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan serius dalam sistem pendataan penerima bantuan.
“BPS memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa data yang digunakan benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ungkap Ramses Sitorus dalam pernyataannya, Senin (13/4).
Ia menegaskan bahwa proses verifikasi harus dilakukan secara menyeluruh agar bantuan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ketum Antartika juga mengingatkan bahwa kesalahan dalam pendataan dapat berdampak luas terhadap kepercayaan publik. Jika masyarakat merasa bahwa bansos tidak disalurkan secara adil, maka akan muncul persepsi negatif terhadap kinerja pemerintah, khususnya lembaga yang bertanggung jawab dalam pengolahan data.
“Banyak masyarakat yang mengaku tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah, meskipun kondisi ekonomi mereka tergolong miskin. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara data administratif dengan realitas yang terjadi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ketum Antartika menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Ia meminta BPS untuk lebih aktif melakukan pemutakhiran data secara berkala dengan melibatkan pemerintah daerah serta perangkat desa yang lebih memahami kondisi warganya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya transparansi dalam proses pendataan dan penyaluran bansos. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat dapat ikut mengawasi serta memberikan masukan jika terdapat data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Di akhir pernyataannya, ia berharap agar perbaikan sistem pendataan dapat segera dilakukan sehingga bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Dengan demikian, program bansos tidak hanya menjadi kebijakan administratif semata, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.