Jakarta, Antartika Media Indonesia – Langkah FP3EM-Garcel yang melaporkan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke Kejaksaan Negeri Garut menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, yang menyayangkan langkah tersebut karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Ramses mengatakan bahwa setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program sebaiknya lebih dahulu dikedepankan melalui mekanisme klarifikasi dan evaluasi bersama agar akar persoalan dapat dipahami secara utuh.
Menurutnya, program yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat memerlukan pendekatan yang bijaksana sehingga proses perbaikan dapat berjalan tanpa mengganggu manfaat yang diterima masyarakat.
“Kami menyayangkan langkah pelaporan yang dilakukan FP3EM-Garcel terhadap sejumlah SPPG. Jika terdapat dugaan persoalan, alangkah baiknya terlebih dahulu dilakukan komunikasi dan klarifikasi agar masalah dapat dilihat secara menyeluruh,” ujar Ramses Sitorus, Selasa (30/6).
Ia menilai bahwa pelaksanaan program di lapangan tentu memiliki berbagai tantangan teknis yang membutuhkan pembenahan secara bertahap. Karena itu, evaluasi harus dilakukan secara objektif berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ramses menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati langkah hukum yang diambil setiap pihak sebagai bagian dari hak warga negara. Namun, ia berharap proses tersebut tidak menimbulkan persepsi yang dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap program yang sedang berjalan.
Menurutnya, semua pihak seharusnya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan program dapat berjalan lebih baik, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak terkait dapat mengedepankan semangat kolaborasi serta mencari solusi yang konstruktif agar berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.