Jakarta, Antartika Media Indonesia – Langkah strategis Badan Gizi Nasional (BGN) yang membuka peluang seluas-luasnya bagi para petani lokal untuk terlibat langsung sebagai pemasok utama bagi ekosistem Perum Bulog Melalui Mitra Grup (MBG) mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan. Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyambut baik kebijakan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan langsung petani dalam rantai pasok nasional bukan hanya akan memperkuat ketahanan pangan, melainkan juga menjadi kunci keadilan ekonomi bagi masyarakat pedesaan yang selama ini menjadi tulang punggung produksi pangan negara.
Ramses Sitorus menilai, kebijakan BGN ini merupakan terobosan penting yang memutus mata rantai sistem perdagangan pangan yang selama ini sering kali merugikan produsen utama, yaitu petani.
Selama bertahun-tahun, hasil bumi petani kerap kali harus melalui banyak perantara sebelum sampai ke tangan lembaga penyalur negara, sehingga nilai jual yang diterima petani menjadi sangat rendah, sementara harga di tingkat konsumen tetap tinggi.
Dengan mengajak petani menjadi pemasok langsung bagi MBG, posisi tawar petani akan semakin kuat dan kesejahteraan mereka dapat terangkat secara signifikan.
“Saya sangat mendukung langkah BGN yang mengutamakan petani kita sebagai mitra dan pemasok utama bagi MBG. Ini adalah bentuk keberpihakan negara yang nyata. Selama ini kita sering mendengar keluh kesah petani mengenai harga yang tidak menguntungkan. Melalui skema baru ini, petani tidak lagi harus bergantung pada tengkulak atau perantara. Hasil panen mereka, baik itu beras, jagung, kedelai, maupun komoditas strategis lainnya, dapat diserap langsung oleh negara dengan harga patokan yang menguntungkan dan menjamin keberlanjutan usaha tani mereka,” tegas Ramses dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/5).
Sebagai Ketua Umum ntartika, Ramses menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi partainya yang senantiasa berjuang untuk kemajuan ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan.
Menurutnya, petani adalah pilar utama bangsa, dan sudah sepatutnya negara memberikan jaminan pasar yang pasti dan layak bagi seluruh hasil produksi pertanian. Keterlibatan petani dalam sistem pasok MBG juga dipandang akan menjamin ketersediaan stok pangan nasional dengan kualitas yang lebih terjamin, karena pengawasan dapat dilakukan sejak di tingkat produsen.
Lebih lanjut, Ramses menjelaskan bahwa kebijakan ini juga akan berdampak positif pada efisiensi distribusi yang selama ini terus diperjuangkannya. Dengan sumber pasokan yang langsung bersumber dari petani, jalur distribusi menjadi lebih pendek, biaya logistik dapat ditekan, dan risiko fluktuasi harga di pasar dapat lebih dikendalikan. Hal ini sangat penting agar bantuan pangan maupun ketersediaan pangan bagi masyarakat luas dapat terpenuhi dengan harga yang stabil dan terjangkau.
“Ketika petani bersemangat meningkatkan produksi dan kualitas hasil bumi. Di sisi lain, negara melalui MBG mendapatkan pasokan yang melimpah dan berkelanjutan untuk menjaga stok pangan nasional. Ini adalah skema kemitraan yang saling menguntungkan, yang pada akhirnya akan memperkokoh ketahanan pangan kita dari hulu ke hilir,” tambahnya.
Namun demikian, Ramses juga mengingatkan agar BGN dan MBG menyiapkan mekanisme yang jelas dan transparan agar petani benar-benar merasakan manfaatnya. Diperlukan pendampingan teknis, kemudahan akses permodalan, serta standar kualitas yang dipahami bersama agar petani mampu memenuhi persyaratan sebagai pemasok. Partai Antartika sendiri berkomitmen untuk mendampingi petani di berbagai daerah agar mereka siap berkompetisi dan memanfaatkan peluang besar ini sebaik-baiknya.
Di akhir pernyataannya, Ramses berharap kerja sama strategis ini dapat segera direalisasikan secara luas di seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia. Ia meyakini, dengan menempatkan petani sebagai ujung tombak pasokan pangan nasional, Indonesia tidak hanya akan memiliki ketahanan pangan yang kuat, tetapi juga menciptakan kesejahteraan yang merata bagi jutaan keluarga petani. Langkah BGN ini disebutnya sebagai tonggak sejarah baru dalam hubungan negara dan masyarakat pertanian menuju Indonesia yang lebih mandiri dan makmur.