Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen strategis dalam mempersiapkan terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Menurutnya, investasi terbesar sebuah bangsa bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Ramses mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi yang baik bagi anak-anak menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta peningkatan kemampuan belajar.
Oleh karena itu, Program MBG yang digagas pemerintah memiliki peran yang sangat vital dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program pemberian makanan. MBG adalah instrumen strategis untuk membangun Generasi Emas Indonesia 2045. Anak-anak yang hari ini mendapatkan asupan gizi yang cukup akan menjadi pemimpin, tenaga profesional, dan penggerak pembangunan bangsa di masa depan,” ujar Ramses dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kecukupan gizi memiliki hubungan erat dengan kualitas pendidikan dan produktivitas seseorang. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi seimbang cenderung memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik, tingkat kehadiran sekolah yang lebih tinggi, serta prestasi akademik yang lebih optimal.
Ramses menilai Program MBG juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan gizi, termasuk stunting dan kekurangan nutrisi pada anak. Dengan cakupan program yang semakin luas, manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan mewujudkan Generasi Emas 2045 membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, akademisi, serta masyarakat harus bekerja sama memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan mendukung perkembangan mereka.
Selain memberikan manfaat di bidang kesehatan dan pendidikan, Ramses menyebut Program MBG juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Keterlibatan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan pengelola dapur dalam rantai pasok program tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Ramses mengapresiasi komitmen pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan Program MBG sebagai salah satu prioritas nasional. Menurutnya, konsistensi pelaksanaan program ini akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Di akhir keterangannya, Ramses mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung Program MBG demi masa depan bangsa. Ia optimistis bahwa dengan pemenuhan gizi yang baik dan merata, Indonesia akan memiliki generasi yang unggul, produktif, dan mampu membawa negara menjadi bangsa maju saat memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.