Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, yang menerapkan kebijakan refocusing penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memberikan prioritas kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Ramses, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ramses menilai refocusing penerima manfaat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG. Dengan pemetaan yang lebih terukur, pemerintah dapat memastikan bahwa kelompok masyarakat yang paling membutuhkan memperoleh manfaat secara maksimal dari program tersebut.
“Kami mendukung penuh langkah Kepala BGN Ibu Nanik S. Deyang dalam melakukan refocusing penerima manfaat MBG. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memastikan bantuan gizi benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses,” ujar Ramses dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, prioritas terhadap wilayah 3T merupakan keputusan yang tepat mengingat daerah-daerah tersebut sering menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses pangan bergizi, sarana transportasi, hingga keterbatasan layanan publik.
Oleh karena itu, kehadiran Program MBG di wilayah tersebut dapat memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Ramses mengatakan bahwa kebijakan baru yang diterapkan BGN juga mencerminkan prinsip keadilan sosial dalam pembangunan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada wilayah yang sudah maju, tetapi juga memberikan perhatian lebih kepada daerah yang membutuhkan intervensi khusus agar kesenjangan pembangunan dapat terus diperkecil.
Ia menambahkan bahwa langkah refocusing ini akan membantu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara. Dengan penentuan sasaran yang lebih akurat, program dapat berjalan lebih efisien dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang menjadi prioritas.
Selain itu, Ramses berharap proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat terus diperkuat agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan.
“Data yang akurat merupakan kunci utama keberhasilan setiap program sosial yang dijalankan pemerintah,” tambahnya.
Ramses juga mengapresiasi berbagai upaya pembenahan yang dilakukan BGN dalam meningkatkan kualitas tata kelola Program MBG. Ia menilai inovasi dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.
Di akhir keterangannya, Ramses menyatakan optimistis bahwa kebijakan refocusing penerima manfaat dan prioritas wilayah 3T akan semakin memperkuat keberhasilan Program MBG. Menurutnya, semakin tepat sasaran sebuah program, semakin besar pula dampaknya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.