Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menilai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memiliki potensi besar untuk menjadi wadah utama pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Ramses, selama ini salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM adalah akses pasar yang terbatas. Banyak produk lokal yang memiliki kualitas baik, namun kesulitan menjangkau konsumen yang lebih luas karena keterbatasan jaringan distribusi dan pemasaran. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dinilai dapat menjadi solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
“Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi pusat pemasaran produk-produk UMKM desa. Dengan sistem yang terorganisir dan didukung pemerintah, koperasi ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Jumat (12/6).
Ia menjelaskan bahwa KDMP tidak hanya dapat berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam atau penyedia kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pusat pengumpulan, promosi, dan distribusi berbagai produk unggulan desa. Dengan demikian, pelaku UMKM akan memiliki saluran pemasaran yang lebih jelas dan berkelanjutan.
Ramses menilai bahwa penguatan sektor UMKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian nasional. Sebab, UMKM selama ini terbukti menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keberhasilan KDMP akan sangat bergantung pada tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pengurus koperasi harus mampu membangun jaringan pemasaran yang luas serta memanfaatkan teknologi digital agar produk-produk UMKM desa dapat bersaing di pasar yang lebih besar.
Menurut Ramses, kolaborasi antara pemerintah, koperasi, pelaku UMKM, dan sektor swasta juga perlu diperkuat. Dengan dukungan pelatihan, pendampingan, serta akses permodalan yang memadai, UMKM desa akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan meningkatkan kualitas produknya.
Ia juga mendorong agar setiap Koperasi Desa Merah Putih memiliki ruang khusus untuk mempromosikan produk-produk unggulan dari masyarakat setempat. Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi desa kepada pasar yang lebih luas.
“Kami berharap Koperasi Desa Merah Putih benar-benar menjadi rumah besar bagi para pelaku UMKM. Jika dikelola dengan baik, koperasi ini tidak hanya menjadi sarana pemasaran, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ramses.
Di akhir keterangannya, Ramses menyatakan optimistis bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih akan memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM nasional. Menurutnya, semakin kuat akses pemasaran yang dimiliki pelaku usaha di desa, semakin besar pula peluang terciptanya ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.