Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang menjalin kerja sama strategis dengan Co-operative Development Foundation of Canada (CDF Kanada).
Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat ekosistem koperasi nasional, dengan perhatian utama terhadap pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, langkah ini merupakan terobosan penting dalam membawa tata kelola dan kemampuan koperasi Indonesia menuju standar internasional.
Ramses menilai bahwa kehadiran mitra internasional seperti CDF Kanada sangat relevan dan tepat sasaran, mengingat pengalaman panjang serta keahlian lembaga tersebut dalam membangun dan mengembangkan gerakan koperasi yang berkelanjutan di berbagai negara.
Kanada dikenal sebagai salah satu negara dengan ekosistem koperasi yang paling maju dan kokoh di dunia, yang terbukti mampu memberikan manfaat ekonomi maupun sosial yang luas bagi anggotanya. Pengetahuan dan praktik terbaik dari sana tentu sangat berharga untuk diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
Khususnya bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Ramses melihat kerja sama ini sebagai angin segar. Sebagai wadah ekonomi yang beroperasi paling dekat dengan masyarakat, KDKMP memegang peran kunci dalam pemerataan pembangunan ekonomi nasional.
Namun, dalam perjalanannya, masih banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan akses pasar, hingga penerapan sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Kemenkop yang berinisiatif membuka ruang kerja sama ini. Menggandeng CDF Kanada bukan sekadar menambah jejaring internasional, melainkan upaya nyata untuk mendatangkan ilmu, metode, dan standar kerja yang telah teruji. Hal ini sangat dibutuhkan agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya tumbuh dalam jumlah, tetapi semakin kuat, sehat, dan mampu bersaing sekaligus melayani kebutuhan warga secara maksimal,” ujar Ramses Sitoru dalam pernyataannya, Selasa (2/6).
Lebih lanjut, Ramses menjelaskan bahwa penguatan ekosistem koperasi tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan dukungan sistemik yang mencakup pelatihan manajerial, pendampingan teknis, hingga inovasi model usaha yang sesuai dengan potensi lokal.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan koperasi-koperasi di desa dan kelurahan akan mendapatkan wawasan baru dalam mengelola usaha, meningkatkan produktivitas, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurut pandangannya, keberhasilan KDKMP adalah cerminan dari keberhasilan ekonomi nasional. Ketika koperasi di desa mampu berjalan profesional dan mandiri, maka kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar pun akan terangkat.
Kerja sama dengan CDF Kanada ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempercepat transformasi tersebut, menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian yang sesungguhnya, tangguh menghadapi perubahan zaman dan dinamika pasar.
Antartika pun menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kerja sama ini. Ramses berharap agar materi dan pendampingan yang diberikan dapat dirasakan hingga ke pengurus dan anggota koperasi di daerah-daerah terpencil, tidak hanya terpusat di wilayah tertentu saja.
Sinergi antara pemerintah, mitra internasional, dan elemen masyarakat sipil menjadi kunci agar nilai tambah dari kerja sama ini dapat dinikmati secara merata.
“Kami yakin, dengan adanya transfer pengetahuan dan pengalaman dari CDF Kanada, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan semakin matang dalam berorganisasi dan berusaha. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemandirian ekonomi rakyat. Semoga kerja sama ini berjalan lancar, menghasilkan capaian yang nyata, dan menjadi tonggak kemajuan gerakan koperasi Indonesia yang semakin modern dan berdaya saing tinggi,” pungkas Ramses.