Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menegaskan bahwa seluruh perjalanan dinas Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri semata-mata dilandasi asas manfaat dan kepentingan terbesar bagi rakyat Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Ramses Sitorus menanggapi kritik yang dilontarkan Dino Pati Jalal, yang menilai Presiden Prabowo terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang menghadapi tekanan, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah.
Menurut Ramses, pandangan yang menyederhanakan kunjungan kenegaraan sebagai sekadar perjalanan rutin atau liburan resmi adalah pemahaman yang keliru dan tidak melihat gambaran besarnya.
Ia menekankan, setiap langkah diplomatik yang dilakukan kepala negara memiliki perencanaan matang, tujuan strategis, dan perhitungan dampak jangka panjang bagi kedaulatan, stabilitas, serta kesejahteraan bangsa.
Di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, kehadiran pemimpin negara di kancah internasional justru sangat dibutuhkan untuk menjaga posisi tawar dan keberlanjutan kerja sama yang menguntungkan Indonesia.
“Kita harus paham betul, apa yang dilakukan Bapak Presiden Prabowo ke luar negeri itu bukan perjalanan tanpa tujuan. Semuanya diatur, dipersiapkan, dan ditujukan demi keuntungan negara dan rakyat banyak. Tidak ada satu pun langkah diplomatik yang diambil tanpa perhitungan manfaat nyata, baik untuk investasi, perdagangan, kerja sama pangan, energi, maupun perlindungan warga negara. Menghubungkan frekuensi kunjungan dengan pelemahan rupiah adalah hal yang kurang tepat sasaran dan tidak melihat akar permasalahan ekonomi secara utuh,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangan persnya, Selasa (2/6).
Ramses menjelaskan lebih lanjut bahwa pelemahan nilai tukar rupiah merupakan fenomena ekonomi makro yang dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari suku bunga bank sentral negara maju, ketegangan geopolitik dunia, fluktuasi harga komoditas, hingga arus modal global.
Masalah ini bersifat lintas negara dan tidak serta-merta berkaitan dengan seberapa sering atau jarang seorang presiden berada di dalam negeri. Justru di situasi yang penuh tantangan seperti sekarang, peran kepala negara dalam menjalin kemitraan strategis menjadi kunci untuk mendapatkan ruang ekonomi yang lebih aman dan menguntungkan bagi Indonesia.
Lebih jauh, Ramses mencontohkan bahwa hasil dari kunjungan-kunjungan tersebut sering kali berupa kesepakatan investasi, pembukaan akses pasar baru bagi produk dalam negeri, perjanjian pasokan energi yang terjangkau, hingga kerja sama pertahanan dan keamanan.
Hal-hal inilah yang nantinya akan menjadi penopang kekuatan ekonomi nasional dan fondasi stabilitas mata uang dalam jangka panjang. Menurutnya, memperkuat hubungan luar negeri adalah cara cerdas menjaga kestabilan ekonomi dari luar, selain upaya pembenahan yang dilakukan dari dalam negeri.
“Jika kita melihat catatannya, setiap kali Presiden berkunjung ke negara sahabat, selalu ada hasil konkret yang dibawa pulang. Entah itu komitmen investasi yang bernilai triliunan, kesepakatan ekspor produk UMKM, atau kerja sama transfer teknologi. Semua itu adalah aset penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi kita. Jangan sampai kita salah mengartikan upaya memperkuat posisi Indonesia di dunia sebagai hal yang merugikan, padahal tujuannya justru memulihkan dan menyejahterakan,” tambahnya.
Ramses juga mengingatkan bahwa posisi Indonesia saat ini semakin diperhitungkan di mata dunia. Hal ini tidak lepas dari keaktifan pemimpin negara dalam berdiplomasi.
Membatasi pergerakan kepala negara di kancah internasional justru berisiko membuat Indonesia kehilangan peluang emas, tertinggal dari negara lain, atau kehilangan pengaruh dalam menentukan kebijakan global yang mempengaruhi nasib bangsa. Kehadiran langsung Presiden menjadi jaminan tertinggi bagi mitra asing bahwa kerja sama yang dibangun serius dan akan dijalankan.
Sebagai penutup, Ramses berharap masyarakat dan pengamat dapat melihat kebijakan kenegaraan dengan perspektif yang lebih luas dan objektif. Ia meyakini bahwa Presiden Prabowo selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya, termasuk dalam setiap jadwal kunjungannya ke luar negeri.
Segala upaya yang dilakukan, baik di dalam maupun luar negeri, adalah satu kesatuan strategi besar untuk membawa Indonesia keluar dari tekanan ekonomi dan menuju kemajuan yang lebih kokoh.
“Percayalah, apa yang dilakukan pemimpin kita saat ini adalah investasi besar bagi masa depan ekonomi bangsa. Mari kita dukung langkah-langkah positif yang membawa kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan biarkan hasil nyata dari kerja sama internasional itu yang nanti berbicara,” tegas Ramses.