Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang melakukan suspensi terhadap sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat.
Menurut Ramses, tindakan suspensi tersebut bukanlah bentuk hukuman semata, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan dan upaya perbaikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa standar yang telah ditetapkan harus dipatuhi oleh seluruh pihak yang terlibat dalam operasional dapur SPPG.
Ramses menjelaskan bahwa kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sangat bergantung pada kepatuhan terhadap SOP. Oleh karena itu, setiap pelanggaran harus segera ditindak agar tidak berdampak pada kesehatan penerima manfaat.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya aspek sanitasi dalam operasional dapur. Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah pengelolaan air limbah. Menurutnya, setiap dapur wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bagian dari standar kebersihan yang tidak bisa ditawar.
“Sanitasi air limbah adalah hal mendasar. Jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang serius. Oleh karena itu, keberadaan IPAL di setiap dapur adalah keharusan,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan IPAL tidak hanya menjadi simbol kepatuhan administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap praktik pengolahan makanan yang higienis dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program MBG berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.
Ramses mengapresiasi langkah BGN yang dinilai berani dan konsisten dalam melakukan evaluasi terhadap mitra dapur. Ia berharap tindakan ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola dapur SPPG agar lebih disiplin dalam menerapkan standar yang telah ditentukan.
Di sisi lain, ia juga mendorong adanya pendampingan dan pembinaan bagi dapur-dapur yang disuspensi, agar dapat segera memperbaiki kekurangan dan kembali beroperasi dengan standar yang lebih baik. Dengan demikian, program MBG dapat terus berjalan secara optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.