Jakarta, Antartika Media Indonesia – Rencana penyederhanaan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.077 entitas menjadi sekitar 200 perusahaan dinilai sebagai langkah besar dalam proses transformasi perusahaan pelat merah di Indonesia. Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya untuk menciptakan tata kelola yang lebih efektif dan memperkuat daya saing BUMN ke depan.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani melalui Danantara dalam melakukan konsolidasi dan penataan ulang perusahaan negara. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi awal dari transformasi besar dalam sistem pengelolaan BUMN.
“Transformasi BUMN dimulai. Langkah ini harus dilihat sebagai upaya untuk memperkuat struktur perusahaan negara agar lebih sehat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Ramses Sitorus melalui sambungan Telp kepada redaksi Media Antartika, Rabu (17/6).
Ia menilai jumlah entitas yang terlalu besar dapat menimbulkan berbagai tantangan, mulai dari koordinasi, efektivitas pengawasan, hingga optimalisasi aset negara. Karena itu, penyederhanaan dinilai dapat membantu menciptakan struktur yang lebih fokus dan produktif.
Menurut Ramses, tujuan utama kebijakan tersebut bukan hanya mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan dan kinerja BUMN. Dengan struktur yang lebih ramping, proses pengambilan keputusan diharapkan menjadi lebih cepat dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi.
Ia juga menekankan bahwa BUMN memiliki peran penting sebagai penggerak pembangunan nasional. Oleh karena itu, penguatan tata kelola perusahaan negara perlu terus dilakukan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian.
Ramses menambahkan bahwa proses transformasi harus dijalankan secara bertahap dan terukur agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Menurutnya, aspek keberlanjutan bisnis serta dampak terhadap sumber daya manusia juga perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaannya.
Ke depan, ia berharap langkah restrukturisasi yang dilakukan melalui Danantara dapat menciptakan BUMN yang lebih kompetitif, profesional, serta mampu menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih baik.