Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah Danatara dalam mengambil alih sebagian saham di perusahaan aplikator transportasi online atau ojek online (ojol).
“Masuknya Danantara ke Goto menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk ikut terlibat lebih aktif dalam menata industri yang selama ini berkembang pesat namun belum sepenuhnya stabil,”ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Rabi (6/4).
Ramses menilai, kehadiran Danatara sebagai entitas yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan nasional dapat membuka jalan bagi penguatan regulasi yang lebih adil.
Selama ini, ia melihat masih banyak persoalan yang dihadapi oleh para pengemudi ojol, mulai dari sistem kemitraan hingga pembagian pendapatan yang kerap dianggap tidak transparan.
Ia menambahkan bahwa langkah akuisisi saham ini tidak hanya soal investasi, tetapi juga tentang arah kebijakan.
“Dengan adanya keterlibatan pemerintah secara tidak langsung, diharapkan kebijakan yang lahir nantinya mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan mitra pengemudi,” tambahnya.
Menurut Ramses Sitorus, salah satu isu utama dalam industri ojol adalah ketimpangan posisi tawar antara aplikator dan pengemudi. Dalam banyak kasus, pengemudi berada pada posisi yang lemah sehingga sulit memperjuangkan hak-haknya. Oleh karena itu, intervensi melalui kepemilikan saham dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembenahan ekosistem industri transportasi online perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya pada aspek tarif, tetapi juga perlindungan sosial, jaminan kerja, serta kejelasan status kemitraan yang selama ini menjadi polemik di berbagai daerah.
“Langkah ini dapat mendorong transparansi dalam sistem algoritma yang digunakan oleh perusahaan aplikator. Selama ini, banyak pengemudi mengeluhkan ketidakjelasan dalam perhitungan insentif, pembagian order, hingga sistem penalti yang dinilai merugikan,” jelas Ramses.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu tetap menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Keterlibatan negara tidak boleh mematikan inovasi atau membuat pelaku usaha merasa dibatasi secara berlebihan. Justru, sinergi antara regulator dan pelaku industri harus diperkuat demi menciptakan ekosistem yang sehat.
Dengan dukungan terhadap langkah Danatara ini, Ramses Sitorus optimistis bahwa industri transportasi online di Indonesia dapat berkembang ke arah yang lebih berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan pengemudi harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil, tanpa mengesampingkan pertumbuhan bisnis yang kompetitif.