Jakarta, Antartika Media Indonesia – Tragedi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus ALS dan truk tangki di di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan kembali mengguncang publik.
Insiden memilukan tersebut menewaskan sedikitnya 16 penumpang bus ALS dan memicu gelombang keprihatinan dari berbagai pihak. Peristiwa ini dinilai sebagai cerminan masih lemahnya standar keselamatan transportasi darat di Indonesia.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, secara tegas menyampaikan bahwa kondisi keselamatan di jalan raya saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Ia menilai kecelakaan fatal seperti ini bukan sekadar musibah, melainkan indikasi adanya kelalaian sistemik yang harus segera dibenahi oleh pihak terkait.
“Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keselamatan transportasi publik. Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap kelayakan kendaraan, baik bus penumpang maupun truk pengangkut, harus dilakukan secara berkala dan menyeluruh, bukan hanya bersifat administratif semata,” ungkap Ramses Sitorus dalam keterangannya, Kamis (7/5).
Lebih lanjut, Ramses menyebut bahwa kendaraan yang beroperasi setiap hari di jalan raya harus melalui uji kelayakan yang ketat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa seluruh komponen kendaraan, mulai dari rem, mesin, hingga sistem keselamatan lainnya, berfungsi dengan baik dan tidak membahayakan pengguna jalan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perusahaan transportasi dalam menjaga standar operasional. Menurutnya, perusahaan tidak boleh hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan keselamatan penumpang.
“Edukasi dan pelatihan bagi pengemudi juga menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan,” tambahnya.
Selain itu, Ramses menegaskan bahwa pengawasan dari pemerintah harus diperkuat. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi darat, termasuk regulasi yang mengatur operasional kendaraan berat dan angkutan umum.
Dampak dari kecelakaan seperti ini tidak hanya dirasakan oleh korban dan keluarga, tetapi juga masyarakat luas. Selain kehilangan nyawa, kerugian ekonomi dan trauma psikologis menjadi konsekuensi yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama.
Tragedi di Sulawesi Selatan ini diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak untuk berbenah. Ramses Sitorus menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, dan sudah saatnya standar keselamatan ditingkatkan demi melindungi nyawa masyarakat.