Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional yang resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2026 terkait ketentuan usia kerja relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam aturan tersebut, masyarakat yang berusia di atas 50 tahun tetap diperbolehkan terlibat sebagai relawan selama memenuhi syarat kesehatan yang telah ditetapkan.
Menurut Ramses Sitorus, kebijakan tersebut merupakan langkah positif yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat usia lanjut yang masih memiliki semangat dan kemampuan untuk bekerja.
Ia menilai banyak warga di sekitar lokasi SPPG yang meskipun telah berusia lebih dari 50 tahun, namun kondisi fisiknya masih sehat dan produktif.
“Kami sangat mendukung kebijakan baru dari BGN ini. Saudara-saudara kita yang usianya sudah lanjut tetapi masih sehat dan mampu bekerja harus diberikan kesempatan. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyat kecil,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya kepada media, Minggu (10/5).
Ramses mengatakan bahwa keberadaan program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar. Dengan adanya kebijakan terbaru dari BGN, peluang kerja di dapur SPPG kini semakin terbuka luas bagi kelompok usia lanjut yang sebelumnya mungkin terkendala aturan usia.
“Kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga. Banyak warga lanjut usia yang masih menjadi tulang punggung keluarga dan membutuhkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ramses menilai program MBG di bawah koordinasi BGN telah membawa dampak sosial yang besar di tengah masyarakat. Selain meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya, program tersebut juga menciptakan efek ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Ia juga berharap agar proses pemeriksaan kesehatan bagi relawan usia di atas 50 tahun dilakukan secara profesional dan berkala. Menurutnya, aspek kesehatan tetap harus menjadi prioritas agar para relawan dapat bekerja secara optimal dan aman saat menjalankan tugas di dapur SPPG.
Ramses turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung keberlangsungan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah. Ia optimistis program tersebut akan semakin kuat apabila seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat sekitar ikut terlibat aktif dalam pelaksanaannya.
Di akhir pernyataannya, Ramses Sitorus berharap kebijakan inklusif seperti yang diterapkan BGN dapat menjadi contoh bagi sektor lain dalam membuka ruang kerja yang lebih luas bagi masyarakat usia lanjut yang masih produktif.
“Usia bukanlah penghalang untuk tetap berkarya selama kondisi kesehatan masih mendukung dan semangat bekerja tetap tinggi, tutupmya.