Jakarta, Antartika Media Indonesia – Badan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan langkah strategis dengan menyusun “Bank Menu” sebagai acuan standar bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini diambil seiring semakin banyaknya mitra yang terlibat dalam pelaksanaan Menu Bergizi Gratis (MBG), sehingga diperlukan pedoman terpadu untuk menjaga mutu dan keseragaman gizi di seluruh wilayah.
Penyusunan Bank Menu tersebut bertujuan memastikan setiap menu yang disajikan memenuhi standar gizi nasional, baik dari sisi kandungan energi, protein, vitamin, maupun mineral.
Dengan adanya standar yang jelas, pelaksanaan MBG diharapkan berjalan lebih terkontrol, terukur, dan berorientasi pada dampak kesehatan jangka panjang bagi penerima manfaat.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis BGN tersebut. Menurutnya, Bank Menu merupakan instrumen penting untuk memastikan kualitas gizi yang diberikan benar-benar sesuai dengan standar nasional, meskipun dikelola oleh berbagai mitra dengan latar belakang berbeda.
Ramses menilai, tanpa standar menu yang baku, pelaksanaan MBG berpotensi menimbulkan ketimpangan kualitas antar daerah.
“Kehadiran Bank Menu akan menjadi rujukan teknis yang kuat bagi SPPG dalam menyusun, menyiapkan, dan menyajikan makanan bergizi secara konsisten,” ungkap Ramses Sitorus dalam keterangannya, Senin (25/5).
Ia juga menegaskan bahwa Lembaga Antartika siap berperan aktif dalam mendukung kebijakan BGN, baik melalui edukasi, pendampingan, maupun pengawasan implementasi di lapangan. Dukungan tersebut dinilai penting agar tujuan besar peningkatan gizi nasional dapat tercapai secara merata dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Ramses menyebut bahwa langkah BGN sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan peningkatan kualitas gizi masyarakat sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Program MBG dipandang sebagai investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Di sisi lain, BGN menilai Bank Menu juga akan memudahkan proses evaluasi dan pengawasan program.
“Dengan standar menu yang terdokumentasi, pemerintah dapat melakukan penilaian kinerja mitra secara lebih objektif, sekaligus memastikan efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengorbankan kualitas gizi,” tambahnya.
Ke depan, Bank Menu diharapkan tidak hanya menjadi pedoman teknis, tetapi juga sarana inovasi berbasis pangan lokal yang bergizi dan terjangkau. Dengan kolaborasi antara BGN dan mitra pelaksana program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi nasional secara berkelanjutan.