Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) apabila memberikan bantuan sepeda motor kepada guru honorer sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok pangan nasional dan mendukung keberhasilan program-program strategis pemerintah.
Menurut Ramses, petani merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, berbagai bentuk dukungan yang dapat meningkatkan produktivitas dan memperlancar distribusi hasil pertanian perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun lembaga terkait.
“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Jika ada program bantuan sepeda motor yang bertujuan membantu mobilitas petani dan memperlancar distribusi hasil pertanian, tentu patut diapresiasi selama dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran,” ujar Ramses dalam keterangannya, Rabu (24/6).
Ia menjelaskan bahwa banyak petani di daerah yang masih menghadapi kendala transportasi, terutama dalam mengangkut hasil panen dari lahan pertanian menuju tempat pengumpulan, pasar, maupun pusat distribusi. Akibatnya, biaya logistik menjadi lebih tinggi dan dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh petani.
Menurut Ramses, keberadaan kendaraan operasional dapat membantu mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi kerja para petani. Dengan mobilitas yang lebih baik, petani juga dapat lebih mudah memperoleh akses terhadap pupuk, bibit, serta kebutuhan produksi lainnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa penguatan sektor pertanian memiliki kaitan langsung dengan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketersediaan bahan pangan yang cukup dan berkualitas sangat bergantung pada kemampuan petani dalam meningkatkan produksi secara berkelanjutan.
“Ketika petani semakin kuat, maka pasokan pangan nasional juga akan semakin kuat. Ini penting untuk mendukung berbagai program pemerintah yang membutuhkan ketersediaan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan,” katanya.
Ramses menambahkan bahwa setiap bentuk bantuan pemerintah harus disertai dengan mekanisme pengawasan yang baik agar benar-benar diterima oleh pihak yang membutuhkan. Transparansi dalam penyaluran bantuan dinilai penting untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Ia juga berharap dukungan kepada petani tidak hanya berupa bantuan sarana transportasi, tetapi juga mencakup akses permodalan, pelatihan teknologi pertanian, pendampingan usaha, serta kepastian pasar bagi hasil panen petani.
Menurutnya, pembangunan sektor pertanian harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan demikian, desa-desa dapat tumbuh menjadi pusat produksi pangan yang produktif dan berdaya saing.
“Petani membutuhkan dukungan yang nyata agar dapat terus meningkatkan produktivitasnya. Jika bantuan sepeda motor diberikan untuk memperkuat aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen, maka itu merupakan langkah positif yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ramses optimistis bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat akan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa setiap program yang bertujuan meningkatkan produktivitas petani dan kesejahteraan masyarakat desa layak mendapatkan dukungan.
“Kami mendukung setiap langkah yang berpihak kepada petani dan bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional. Petani yang sejahtera akan menjadi fondasi penting bagi Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” tutup Ramses Sitorus.