Jakarta, Antartika Media Indonesia – Desakan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menguat di tengah berbagai dinamika pelaksanaan program di sejumlah daerah. Meski demikian, sejumlah pihak menilai langkah evaluasi lebih tepat dilakukan dibanding menghentikan program secara keseluruhan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menegaskan bahwa berbagai masukan, kritik, dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG akan menjadi bagian penting untuk penyempurnaan program ke depan. Menurutnya, proses evaluasi perlu dilakukan agar pelaksanaan program semakin efektif dan tepat sasaran.
Agustina menilai evaluasi merupakan bagian yang wajar dalam pelaksanaan sebuah program berskala nasional. Namun, evaluasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menghentikan program yang memiliki tujuan jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dukungan terhadap pandangan tersebut datang dari Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus. Ia menyatakan mendukung langkah yang disampaikan Waka BGN agar evaluasi dilakukan tanpa harus menghentikan pelaksanaan MBG.
Menurut Ramses, program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang memiliki tujuan strategis dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
“Program ini harus terus berjalan sambil dilakukan pembenahan di berbagai sektor. Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan semakin baik, tetapi bukan berarti program harus dihentikan,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Ia menambahkan bahwa program dengan cakupan besar tentu akan menghadapi tantangan pada tahap implementasi. Oleh karena itu, berbagai masukan dari masyarakat dan pihak terkait seharusnya dijadikan dasar untuk memperkuat sistem pelaksanaan.
Ramses juga menekankan bahwa investasi terhadap pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak, merupakan langkah penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya.