Jakarta, Antartika Media Indonesia – Polemik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perhatian publik seiring munculnya berbagai kritik dan masukan terhadap pelaksanaan program tersebut. Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa setiap masukan yang berkembang akan menjadi bagian dari evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan program ke depan.
Waka BGN menyampaikan bahwa program berskala nasional seperti MBG membutuhkan proses penyesuaian dan penyempurnaan dalam implementasinya. Oleh karena itu, berbagai evaluasi yang muncul dinilai sebagai bagian penting dalam memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan pengawasan serta perbaikan terhadap berbagai aspek pelaksanaan program agar manfaat yang dirasakan masyarakat dapat semakin optimal. Evaluasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan distribusi program di berbagai daerah.
Di tengah polemik yang berkembang, Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, turut menyampaikan dukungannya terhadap keberlanjutan program MBG. Ia menilai kritik yang muncul seharusnya dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan program.
“Kritik merupakan bagian dari proses penyempurnaan kebijakan. Yang terpenting adalah bagaimana semua masukan itu digunakan untuk memperbaiki sistem, bukan menghentikan program yang memiliki tujuan besar bagi masa depan bangsa,” ujar Ramses.
Menurut Ramses, MBG merupakan program yang memiliki orientasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya untuk memastikan generasi muda memperoleh asupan gizi yang lebih baik.
Ia juga menambahkan bahwa setiap kebijakan besar tentu akan menghadapi tantangan dalam proses implementasi. Namun, tantangan tersebut harus dijawab melalui penguatan sistem, peningkatan pengawasan, dan perbaikan tata kelola pelaksanaan program.
Ramses menegaskan bahwa upaya membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak. Karena itu, menurutnya, fokus utama seharusnya berada pada penyempurnaan pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.