Jakarta, Antartika Media Indonesia – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul desakan dari sejumlah pihak agar program tersebut dihentikan. Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program MBG akan tetap berjalan karena dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
Waka BGN menyatakan bahwa berbagai masukan dan kritik yang berkembang di tengah masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan program. Namun demikian, evaluasi tersebut tidak berarti menghentikan program yang telah menjadi salah satu agenda strategis pemerintah.
“MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Ramses Sitorus dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Menurutnya, MBG dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Program tersebut juga dipandang sebagai langkah jangka panjang dalam membangun generasi yang lebih sehat dan produktif.
Di sisi lain, dukungan terhadap keberlanjutan program MBG juga datang dari berbagai kalangan. Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menilai program tersebut merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk masa depan Indonesia.
“MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang bertujuan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, investasi pada sektor gizi dan peningkatan kualitas generasi muda menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program tentu membutuhkan proses dan penyempurnaan di berbagai aspek. Namun, menurutnya, tantangan yang muncul seharusnya menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, bukan menjadi alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.
Sejumlah pihak berharap pelaksanaan MBG ke depan dapat semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sehingga tujuan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dapat tercapai.