Indoors chicken farm, chicken feeding, farm for growing broiler chickens.
Jakarta, Antartuka Meedia Indonesia – Ketua Umum ANTARTIKA, Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis Danantara Indonesia yang menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui pembiayaan sektor hilirisasi dengan nilai mencapai Rp5 triliun.
Menurut Ketum ANTARTIKA, keputusan Danantara untuk memberikan dukungan pendanaan terhadap proyek-proyek hilirisasi merupakan langkah konkret yang akan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Hilirisasi dinilai menjadi kunci penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
Ia menegaskan bahwa selama ini Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi maksimal karena masih bergantung pada ekspor bahan mentah. Karena itu, investasi pada sektor hilirisasi harus terus diperkuat agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
ANTARTIKA memandang keterlibatan Danantara dalam pembiayaan proyek strategis nasional menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dan lembaga investasi nasional dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Ketum ANTARTIKA juga menilai pembiayaan hingga Rp5 triliun menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku industri bahwa Indonesia serius menjalankan transformasi ekonomi berbasis industrialisasi dan penguatan sektor produksi nasional.
“Kami mengapresiasi langkah Danantara yang berani mengambil peran strategis dalam pembiayaan hilirisasi hingga Rp5 triliun. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi mampu menjadi negara industri yang menghasilkan nilai tambah tinggi,” ujar Ketum ANTARTIKA.
ANTARTIKA berharap langkah yang dilakukan Danantara dapat menjadi awal dari semakin besarnya dukungan pembiayaan terhadap proyek-proyek hilirisasi lainnya di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, energi, perkebunan, hingga industri manufaktur, sehingga cita-cita mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dapat tercapai secara optimal.