Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyampaikan ucapan selamat dan doa tulus bagi seluruh umat Islam di Indonesia dan mancanegara dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 ini.
Ucapan selamat tersebut disampaikan secara resmi melalui pernyataan tertulis yang disebarkan ke berbagai media massa dan diunggah di saluran komunikasi resmi organisasi Antartika, bertepatan dengan momen suci di mana ribuan jamaah haji Indonesia sedang berada di Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji tahun ini.
Dalam pesan selamatnya, Ramses Sitorus secara khusus menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang saat ini sedang menunaikan kewajiban rukun Islam kelima. Ia menyebutkan bahwa keberadaan mereka di Tanah Suci merupakan sebuah perjalanan suci yang penuh makna, tidak hanya bagi diri pribadi, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia yang mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi putra-putri terbaik bangsa yang sedang beribadah di sana. Ia berharap setiap langkah yang diambil dan setiap ibadah yang dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur.
Perayaan Idul Adha tahun ini di bawah perhatian dan pesan dari Antartika mengusung tema utama: “Meneguhkan Spirit Kurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan”. Ramses Sitorus menjelaskan bahwa tema ini dipilih secara khusus untuk mengingatkan kembali hakikat dan makna terdalam dari ibadah kurban, yang sering kali tidak hanya sekadar menyembelih hewan, namun lebih jauh lagi adalah tentang nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya yang relevan dengan kondisi zaman dan kebutuhan manusia saat ini, baik dalam hubungan antarmanusia maupun hubungan manusia dengan alam semesta.
Menurut pandangan Ramses Sitorus, spirit kurban yang sesungguhnya adalah mempererat tali persaudaraan dan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa perintah berkurban adalah perintah untuk saling mendekatkan diri, menghapus sekat-sekat perbedaan, serta membangun rasa persaudaraan yang kokoh antarumat beragama dan antarwarga negara. Melalui pembagian daging kurban kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan, terciptalah ikatan kasih sayang yang kuat, di mana setiap individu merasakan bahwa mereka adalah bagian dari satu kesatuan besar yang saling membutuhkan dan saling menguatkan satu sama lain.
Lebih lanjut, Ramses juga menggarisbawahi makna lain dari semangat kurban, yaitu menebar kebaikan guna meraih keberkahan. Baginya, setiap kebaikan yang dilandasi ketulusan hati, termasuk pengorbanan harta dan perasaan dalam ibadah kurban, akan membawa keberkahan yang melimpah, tidak hanya bagi yang berkurban, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Keberkahan ini tercermin dari terciptanya kedamaian, kesejahteraan, dan keharmonisan dalam masyarakat, di mana kebaikan tersebut menjadi benih yang tumbuh menjadi tindakan-tindakan positif lainnya yang bermanfaat bagi banyak orang.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa inti dari ibadah kurban adalah mewujudkan kebersamaan melalui semangat pengorbanan. Pengorbanan dalam konteks ini bukan hanya berupa materi, tetapi juga pengorbanan ego, keinginan pribadi, dan kenyamanan diri demi kebaikan orang lain dan kepentingan bersama. Dalam kebersamaan inilah, kata Ramses, kekuatan sebuah masyarakat terbentuk. Ketika setiap individu bersedia berbagi dan berkorban, maka kesenjangan sosial dapat dipersempit, dan rasa persatuan nasional akan semakin terjalin kuat di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.
Berkaitan dengan tema besar yang diusung, yakni merawat alam dan kemanusiaan, Ramses Sitorus mengajak seluruh umat Islam untuk memaknai kurban sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap alam. Ia mengingatkan bahwa hewan kurban adalah karunia Tuhan, sehingga proses pemeliharaan, penyembelihan, hingga pemanfaatannya harus dilakukan dengan cara yang bijak, ramah lingkungan, dan tidak menyakiti makhluk hidup secara berlebihan. Demikian pula dalam konteks kemanusiaan, kurban adalah wujud nyata kepedulian agar tidak ada warga masyarakat yang tertinggal atau kekurangan di tengah perayaan yang penuh sukacita ini.
Di akhir pernyataannya, Ramses Sitorus kembali mendoakan keselamatan bagi para jamaah haji Indonesia agar dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan membawa gelar haji mabrur serta pengalaman rohani yang mendalam. Ia juga berharap semangat kurban yang dihayati tahun ini dapat menjadi landasan kuat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus bekerja sama, menjaga lingkungan hidup, serta membangun peradaban manusia yang lebih beradab, damai, dan sejahtera di bawah naungan persatuan Indonesia.