Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah apabila melakukan penyesuaian atau pengurangan target pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, yang terpenting bukanlah mengejar kuantitas semata, melainkan memastikan koperasi yang telah dibentuk dapat beroperasi secara sehat, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Ramses mengatakan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah yang memiliki tujuan mulia, yakni memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta memperpendek rantai distribusi berbagai kebutuhan pokok. Namun, keberhasilan program tersebut tidak dapat diukur hanya dari jumlah koperasi yang berdiri.
“Lebih baik jumlah koperasi yang terbentuk sedikit lebih rendah dari target, tetapi benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai mengejar angka, namun setelah diresmikan koperasi tidak aktif atau mengalami kesulitan operasional,” ujar Ramses dalam keterangannya, Kamis (25/6).
Menurutnya, banyak program ekonomi kerakyatan di masa lalu yang mengalami kendala karena terlalu berorientasi pada pencapaian target kuantitatif tanpa diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, dan pendampingan yang memadai.
Ramses menilai bahwa saat ini pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap kualitas pengoperasian KDMP. Mulai dari sistem manajemen, pelatihan pengurus, transparansi keuangan, hingga kemampuan koperasi dalam membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa koperasi yang sehat harus mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, koperasi juga harus dapat menjadi wadah pemasaran hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan produk UMKM setempat.
“Jangan sampai koperasi hanya berdiri secara administratif. Yang dibutuhkan masyarakat adalah koperasi yang hidup, aktif, dan mampu meningkatkan pendapatan warga desa,” katanya.
Ramses juga mengingatkan bahwa pengelolaan koperasi membutuhkan kompetensi yang tidak sederhana. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan adanya program pendampingan yang berkelanjutan agar para pengurus memiliki kemampuan manajerial dan kewirausahaan yang memadai.
Selain itu, ia mendorong adanya pengawasan yang kuat untuk mencegah penyimpangan dalam pengelolaan koperasi. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi utama agar kepercayaan masyarakat terhadap KDMP dapat terus terjaga.
Lebih lanjut, Ramses menilai bahwa evaluasi berkala terhadap koperasi yang telah beroperasi perlu dilakukan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyempurnakan kebijakan serta memperbaiki berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.
Ia optimistis Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa apabila dikelola secara profesional. Namun, hal itu hanya dapat terwujud apabila pemerintah lebih mengutamakan kualitas daripada sekadar pencapaian target jumlah koperasi.
“Program ini sangat baik dan memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Karena itu saya mendukung langkah pemerintah apabila memilih fokus pada kualitas pengoperasian koperasi. Koperasi yang sedikit tetapi sehat dan produktif jauh lebih bermanfaat dibandingkan banyak koperasi yang hanya berdiri di atas kertas,” tegas Ramses.
Di akhir pernyataannya, Ramses berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang mandiri, profesional, dan mampu menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia.