Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah strategis Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menuntaskan pembangunan batalyon infanteri di seluruh kabupaten di Indonesia.
Inisiatif ini dipandang sebagai bagian integral dari upaya penguatan pertahanan di tingkat daerah, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif berlapis bagi kedaulatan negara dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Samsoeddin langkah pembangunan batalyon infanteri di setiap kabupaten ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam menjalankan strategi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Strategi yang dimaksud adalah pendekatan “defensif aktif”, yang menekankan pada kesiapan pertahanan yang kuat, kemampuan proyeksi kekuatan, serta partisipasi aktif dalam menjaga stabilitas regional dan global. Keberadaan unit TNI yang tersebar hingga ke pelosok daerah menjadi fondasi penting dalam strategi ini.
Ramses Sitorus menyambut baik arahan tersebut, menyatakan bahwa penempatan batalyon infanteri di setiap kabupaten akan secara signifikan meningkatkan kapasitas pertahanan negara di wilayah teritorial.
Keberadaan pasukan TNI yang siap siaga di daerah-daerah akan memperpendek waktu respons terhadap potensi ancaman, baik dari luar maupun ancaman internal, serta memperkuat kehadiran negara di seluruh penjuru nusantara.
Lebih lanjut, Ramses Sitorus menggarisbawahi bahwa fungsi batalyon infanteri di setiap kabupaten tidak melulu terbatas pada aspek pertahanan militer semata.
Ia berpandangan bahwa unit-unit TNI yang beroperasi di daerah dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih luas. Salah satu aspek penting yang disorot adalah peran mereka dalam penguatan lingkungan.
“Keberadaan batalyon di setiap kabupaten tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Senin (20/4).
Ia menjelaskan bahwa personel TNI seringkali terlibat dalam berbagai kegiatan bakti sosial dan kemanusiaan yang bersentuhan langsung dengan pelestarian lingkungan.
Ini bisa mencakup program reboisasi, penanggulangan bencana alam, pembersihan sungai, hingga edukasi kesadaran lingkungan kepada masyarakat setempat.
Selain kontribusi terhadap lingkungan, Ramses Sitorus juga menyoroti potensi besar batalyon infanteri dalam mendorong roda perekonomian masyarakat lokal.
Keberadaan ribuan personel TNI beserta keluarganya di suatu daerah akan menciptakan permintaan yang signifikan terhadap berbagai kebutuhan pokok, jasa, dan layanan. Hal ini secara otomatis akan menggerakkan sektor ekonomi riil di wilayah tersebut.
“Serta mendorong ekonomi masyarakat,” tambah Ramses.
Ia menguraikan bahwa kebutuhan logistik, perawatan, hingga berbagai aktivitas operasional batalyon dapat dipenuhi melalui pengadaan barang dan jasa dari pelaku usaha lokal.
Hal ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat basis ekonomi daerah.
Oleh karena itu, Ramses Sitorus meyakini bahwa program pembangunan batalyon infanteri di seluruh kabupaten merupakan investasi strategis jangka panjang.
Selain memperkuat kedaulatan dan keamanan negara melalui pertahanan yang solid, inisiatif ini juga akan memberikan manfaat ganda bagi pembangunan daerah, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi, menciptakan sinergi positif antara TNI dan masyarakat.