Malang, Antartika Media Indonesia – Suasana akrab dan santai terasa dalam pertemuan bertajuk “Ngopi Bareng” yang digelar di lingkungan Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, pada Rabu sore.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurahman beserta jajaran, yang berkesempatan bertatap muka langsung dengan perwakilan mahasiswa, pimpinan kampus, serta tokoh pemuda dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Umum Organisasi Antartika, Ramses Sitorus, yang turut mendampingi jalannya diskusi. Ia menilai acara seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan harapan tanpa rasa takut atau terhalang jarak birokrasi yang rumit.
“Pertemuan santai seperti ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah jembatan penghubung langsung antara pemerintah dan kampus. Ketika kita bisa duduk berdampingan sambil ngobrol ringan, berbagai pandangan yang mungkin terasa berat untuk disampaikan bisa mengalir dengan lebih terbuka,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan oleh mahasiswa selama ini bukanlah ancaman, melainkan masukan berharga bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, keberadaan ruang dialog semacam ini menjadi jawaban atas pertanyaan banyak pihak, apakah suara kaum intelektual muda benar-benar didengar oleh pengambil kebijakan di tingkat pusat.
“Kami tegaskan di sini: kritik mahasiswa didengar, dicatat, dan akan disalurkan ke jalur yang tepat. Bapak Kepala Staf Kepresidenan hadir sendiri untuk mendengarkan secara langsung, bukan sekadar menerima laporan tertulis. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga komunikasi dua arah,” tegasnya lagi.
Sementara itu, Jenderal Dudung Abdurahman menyambut baik semangat dan gagasan yang disampaikan para mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa pemerintah sangat menghargai peran kampus sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan sumber pemikiran baru. Berbagai masukan yang diterimanya akan segera dibahas dan ditindaklanjuti bersama kementerian atau lembaga terkait.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta menyampaikan apresiasi karena bisa berkomunikasi secara langsung dengan pejabat tinggi negara. Ramses Sitorus menutup acara dengan harapan agar pertemuan serupa dapat terus digelar secara berkala di berbagai daerah, agar aspirasi dari seluruh penjuru negeri dapat selalu terakomodasi dengan baik.