Jakarta, Antartika Media Indonesia – Badan Gizi Nasional sebelumnya telah mengalokasikan anggaran untuk membeli sejumlah kendaraan bermotor listrik guna menunjang tugas pokok lembaga. Langkah ini diambil dengan pertimbangan biaya operasional yang lebih murah dan dampak lingkungan yang lebih baik dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Namun demikian, Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus menilai pengadaan saja belum cukup. Ia menekankan bahwa titik pentingnya ada pada tahap penggunaan pasca-pembelian agar investasi yang sudah dikeluarkan tidak menjadi percuma.
“Prinsipnya sederhana: begitu uang negara keluar, aset yang terbentuk harus dimaksimalkan fungsinya. Motor listrik ini dibeli agar pekerjaan di lapangan lebih ringan dan cepat, bukan hanya menjadi daftar inventaris semata,” tegas Ramses Sitorus, Kamis (18/6).
Ia menyampaikan bahwa dalam pengamatan awal, belum semua daerah yang mendapatkan kendaraan tersebut sudah menggunakannya secara rutin. Ada beberapa kendaraan yang masih jarang dipakai karena belum ada aturan operasional yang jelas dari pusat.
“Kondisi seperti ini harus segera dibenahi. BGN perlu segera membuat panduan penggunaan, jadwal servis rutin, dan penanggung jawab yang jelas. Jangan sampai kendaraan rusak karena tidak dipakai atau justru dibiarkan tanpa perawatan,” ujar Ramses.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kendaraan listrik memiliki keunggulan hemat biaya bahan bakar dan perawatan, sehingga jika dimanfaatkan dengan benar justru bisa menghemat anggaran negara di masa mendatang. Sebaliknya, jika dibiarkan menganggur, potensi kerugian akan semakin besar.
“Kami mendukung kebijakan pengadaan kendaraan listrik, namun kami juga berharap komitmen untuk menggunakannya secara maksimal dibuktikan dalam tindakan nyata di lapangan. Setiap sen uang negara harus memberi manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat,” pungkasnya.