Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah yang berencana membangun ikon baru Indonesia di kawasan eks Hotel Sultan. Menurutnya, pembangunan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan simbol baru yang merepresentasikan kemajuan dan identitas bangsa.
Ramses menilai pembangunan kawasan strategis tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, tetapi juga dapat menjadi representasi arah pembangunan nasional yang berorientasi pada masa depan. Ia mengatakan pemanfaatan aset negara secara optimal dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jika pemerintah memiliki rencana membangun ikon baru Indonesia di kawasan eks Hotel Sultan, tentu langkah tersebut perlu didukung sepanjang bertujuan memberikan manfaat besar bagi negara dan masyarakat,” ujar Ramses Sitorus, Selasa (23/6).
Menurutnya, kawasan yang berada di lokasi strategis memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan yang mampu memberikan dampak ekonomi maupun sosial. Pengembangan tersebut juga dinilai dapat meningkatkan daya tarik Indonesia di mata dunia.
Ramses menjelaskan bahwa pembangunan ikon nasional dapat menjadi simbol kemajuan sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang terus berkembang. Selain itu, keberadaan ikon baru juga berpotensi mendorong sektor pariwisata, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Ia menambahkan bahwa pembangunan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang serta mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk manfaat jangka panjang, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan masyarakat luas.
Ramses juga berharap proses pembangunan nantinya dapat melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan membantu memastikan pembangunan berjalan sesuai tujuan yang diharapkan.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan yang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa patut mendapat dukungan, selama pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.