Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang melibatkan sekolah serta pemerintah daerah dalam memperkuat validasi data penerima manfaat program pemerintah.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan bantuan dan program pemenuhan gizi dapat diterima oleh sasaran yang tepat.
Ramses menilai bahwa akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan berbagai program sosial, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Oleh karena itu, kolaborasi antara BGN, sekolah, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar tidak terjadi kesalahan data maupun tumpang tindih penerima manfaat di lapangan.
Menurutnya, sekolah merupakan pihak yang paling memahami kondisi peserta didik karena berinteraksi langsung setiap hari. Dengan demikian, sekolah dapat memberikan informasi yang lebih akurat terkait jumlah siswa, kondisi sosial ekonomi keluarga, hingga status kehadiran peserta didik yang menjadi bagian dari proses validasi data penerima manfaat.
Selain sekolah, Ramses juga menilai pemerintah daerah memiliki peran yang sangat penting karena memiliki akses terhadap berbagai basis data kependudukan dan sosial yang dapat digunakan untuk melakukan pencocokan serta verifikasi informasi. Dengan adanya sinergi tersebut, proses pendataan dapat berjalan lebih efektif dan transparan.
“Pelibatan sekolah dan pemerintah daerah adalah langkah yang tepat. Mereka memiliki data dan pemahaman yang lebih dekat dengan kondisi masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, potensi kesalahan dalam penyaluran manfaat dapat diminimalkan,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Ia menambahkan bahwa validasi data yang kuat tidak hanya berdampak pada ketepatan sasaran program, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program-program pemerintah.
Masyarakat akan merasa lebih yakin bahwa bantuan diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Ramses juga berharap proses pembaruan data dilakukan secara berkala agar selalu sesuai dengan kondisi terkini di lapangan. Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi keluarga, perpindahan domisili, maupun perubahan jumlah peserta didik harus menjadi bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung upaya BGN dalam membangun sistem data yang lebih terintegrasi dan akurat.
Dengan data yang valid dan terpercaya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis maupun program peningkatan kualitas sumber daya manusia lainnya dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Ramses menegaskan bahwa keberhasilan program nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga oleh ketepatan sasaran penerima manfaat.
Karena itu, langkah BGN yang menggandeng sekolah dan pemerintah daerah dinilai sebagai upaya penting untuk memastikan setiap bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa.