Jakarta, Antartika Media Indoneia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meminta seluruh peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI untuk lebih peka dan memahami kondisi riil masyarakat saat menyusun dan merumuskan setiap kebijakan publik.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan langsung atas arahan Wapres yang disampaikan dalam pembukaan kedua program pendidikan strategis tersebut baru-baru ini.
Dalam keterangannya, Ramses menilai bahwa arahan Wapres Gibran merupakan landasan penting bagi seluruh calon dan pemangku jabatan pimpinan di tingkat nasional.
Menurutnya, kebijakan yang baik dan berkelanjutan tidak bisa dibangun hanya berdasarkan teori atau data di atas kertas semata, melainkan harus lahir dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan, tantangan, serta harapan yang hidup di tengah masyarakat luas.
“Pernyataan ini sangat tepat dan menjadi pengingat penting bahwa tugas utama seorang pemimpin adalah melayani rakyat. Kebijakan yang tidak berpijak pada kondisi nyata masyarakat hanya akan menjadi aturan yang jauh dari manfaat,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Rabu (3/6).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kedua program pendidikan di Lemhannas RI—P3N dan P4N—memiliki peran strategis dalam mencetak pemimpin yang tangguh, berwawasan luas, dan berjiwa kebangsaan.
Oleh karena itu, penekanan terhadap kepekaan sosial dan pemahaman kondisi masyarakat menjadi materi yang sangat krusial untuk ditanamkan sejak dini.
Para peserta yang mengikuti pendidikan ini diharapkan tidak hanya cakap dalam hal manajemen pemerintahan, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia.
Ketum Antartika juga mengapresiasi bahwa arahan tersebut menempatkan kepentingan masyarakat sebagai pusat dari setiap proses pengambilan keputusan. Ia menyoroti bahwa tantangan pembangunan nasional saat ini semakin kompleks, mulai dari kesenjangan ekonomi, perubahan sosial, hingga dampak kemajuan teknologi.
Dalam situasi seperti ini, pemimpin yang peka akan lebih mampu merancang kebijakan yang inklusif, adil, dan mampu menyentuh langsung kebutuhan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perhatian.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa kepekaan terhadap kondisi masyarakat juga menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Menurutnya, sila-sila dalam Pancasila mengajarkan pemimpin untuk selalu berpihak pada kepentingan bersama dan menjaga persatuan bangsa.
Dengan memahami apa yang dirasakan dan dibutuhkan rakyat, maka setiap kebijakan yang dihasilkan akan semakin kokoh landasannya dan semakin diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Antartika juga berharap agar seluruh peserta P3N XXVII dan P4N LXIX dapat menyerap sepenuhnya arahan Wapres Gibran dan menerapkannya dalam setiap langkah kepemimpinan mereka ke depan.
Ia berharap lulusan kedua pendidikan ini dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan bangsa, serta membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan dan kepemimpinan nasional.
Di akhir pernyataannya, Ketum Antartika kembali menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung upaya pembangunan kapasitas kepemimpinan nasional.
Ia berharap sinergi antara lembaga pendidikan kepemimpinan seperti Lemhannas, pemerintah, dan elemen masyarakat sipil dapat terus diperkuat guna melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas dan berkompeten, tetapi juga memiliki hati nurani yang peka terhadap nasib rakyat.
“Kami yakin, dengan pemimpin yang peka dan memahami masyarakat, Indonesia akan semakin kuat dan mampu melewati segala tantangan menuju kemajuan bersama. Apresiasi kami sepenuhnya kami sampaikan kepada Bapak Wakil Presiden atas arahan yang sangat berharga ini,” tutupnya.