JAKARTA, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, mengapresiasi pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan bilateral, khususnya di sektor pertahanan.
Ramses menilai diplomasi tingkat tinggi tersebut menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun kerja sama pertahanan yang modern, setara, dan saling menguntungkan. Menurutnya, hubungan pertahanan yang kuat akan berdampak positif terhadap stabilitas kawasan dan posisi tawar Indonesia di tingkat global.
“Kami sangat mengapresiasi langkah strategis yang diambil oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan dengan Presiden Macron bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan bukti nyata bahwa Indonesia serius dalam membangun kekuatan pertahanan yang andal dan modern melalui kerja sama internasional yang saling menguntungkan,” ujarnya dalam pernyataan pers yang disampaikan di Jakarta, Sabtu (30/5).
Ia menambahkan bahwa Prancis merupakan salah satu mitra penting Indonesia dalam pengembangan alutsista dan peningkatan kapasitas industri pertahanan. Kerja sama yang diperkuat melalui pertemuan kepala negara dinilai membuka ruang alih teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan industri dalam negeri.
Menurut Ramses, penguatan sektor pertahanan juga memiliki implikasi luas bagi pembangunan nasional. Stabilitas keamanan yang terjaga akan menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, serta kelancaran program-program strategis pemerintah.
Ramses juga menekankan pentingnya kemitraan strategis yang tidak hanya berfokus pada pembelian alat utama sistem persenjataan, tetapi juga pada kolaborasi jangka panjang. Ia berharap kerja sama Indonesia–Prancis dapat mencakup riset bersama, produksi bersama, dan pengembangan teknologi pertahanan yang berkelanjutan.
Dalam konteks geopolitik global yang dinamis, ia menilai langkah Presiden Prabowo melakukan dialog langsung dengan Presiden Macron mencerminkan diplomasi aktif dan berimbang. Indonesia dinilai mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai negara besar tanpa kehilangan prinsip kemandirian dan kepentingan nasional.
Di akhir pernyataannya, Ramses berharap kemitraan strategis yang diperkuat melalui pertemuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret. Ia optimistis, kolaborasi Indonesia dan Prancis di sektor pertahanan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi keamanan negara dan kemajuan bangsa.
“Langkah ini sangat tepat dan harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat, karena pertahanan yang kuat adalah pondasi utama bagi Indonesia untuk menjadi negara besar yang disegani dan sejahtera,” tutupnya.