Jakarta, Antartika Media Indonesia – Pembahasan seputar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik menyusul berbagai manuver yang disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya.
Sejumlah pihak menilai dinamika yang terjadi dalam kasus ini perlu diawasi dengan cermat agar tidak menimbulkan pandangan yang keliru di tengah masyarakat luas.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, mengungkapkan keprihatinannya terkait pola penyampaian informasi yang dilakukan Sony Sanjaya belakangan ini.
Menurutnya, langkah-langkah yang diambil tersebut memiliki potensi besar untuk mengarahkan cara pandang publik terhadap pelaksanaan dan tujuan utama program MBG yang digagas pemerintah.
“Kami mengamati secara cermat setiap pernyataan dan langkah yang dilakukan oleh mantan pejabat BGN tersebut. Dari pengamatan kami, manuver yang ditampilkannya bukan sekadar penyampaian fakta, melainkan sudah mengarah pada upaya tertentu yang bisa memengaruhi persepsi masyarakat secara menyeluruh,” tegas Ramses dalam keterangan persnya, Kamis (18/6).
Ia menjelaskan bahwa program MBG sejatinya merupakan upaya strategis negara untuk meningkatkan status gizi anak-anak usia sekolah dan masyarakat kurang mampu, dengan tujuan jangka panjang mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Oleh karena itu, informasi yang beredar harus tetap akurat, jelas, dan tidak diselimuti kepentingan tertentu yang bisa mengaburkan makna sebenarnya dari program tersebut.
Ramses menambahkan, ketika informasi disajikan secara terpotong-potong atau hanya menonjolkan sisi tertentu saja, maka masyarakat bisa terbawa arus dan membentuk pendapat yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Hal ini, menurutnya, berisiko menimbulkan keraguan atau bahkan penolakan terhadap program yang dirancang untuk kesejahteraan rakyat itu sendiri.
“Sebagai pihak yang mengawal kepentingan publik, kami mengimbau agar setiap pihak yang terlibat atau memiliki informasi terkait kasus ini menyampaikannya secara terbuka, objektif, dan berdasarkan bukti yang sah. Jangan sampai perbedaan pandangan atau kepentingan pribadi menggeser fokus utama, yaitu manfaat program ini bagi jutaan anak di seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ramses menyatakan bahwa lembaganya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi yang seimbang kepada masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum teruji kebenarannya, serta menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung agar kejelasan permasalahan dapat terungkap secara transparan dan adil.